Aktifitas Galian Tanah di Tirtajaya Depok Kangkangi Satpol PP

Setelah diberhentikan Pol PP aktivitas galian tanah di Kampung Serab masih terus dilanjutkan, senin (18/2/19). RUBIAKTO/RADAR DEPOK

Setelah diberhentikan Pol PP aktivitas galian tanah di Kampung Serab masih terus dilanjutkan, senin (18/2/19). RUBIAKTO/RADAR DEPOK

POJOKJABAR.com, DEPOK – Korps penegak perda dibohongi truk pengangkut tanah, di Kampung Serab, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya kemarin. Beres dihentikan pekan lalu, tapi aktifitas pengangkutan tanah kembali berjalan kemarin.

Pantauan Radar Depok (Pojoksatu.id Group) di lokasi, truk pengangkut sedang sibuk mengambil tanah merah didepan maskas Sub Garnisun 0508 Kota Depok. Diguyuran hujan pun, puluhan truk tetap beraktifitas. Dan akhirnya Jalan KSU menjadi becek dan licin.

Warga Kampung Serab, Kelurahan Tirtajaya, Romlih mengatakan, warga sudah memprotes aktifitas tersebut, karena merusak jalan dan mengganggu masyarakat sekitar.

Bahkan, truk pengangkut tanah itu juga sudah menelan korban luka luka. Lantaran truk galian tanah yang ugal ugalan dan menabrak pohon dan tiang PJU. Sehingga seorang warga menjadi Korban tertimpa pohon, dan dirawat kerumah sakit.

“Selama adanya galian tanah ini, mata saya terganggu akibat debu dari tanah. Dan ketika hujan, jalanan jadi licin dari tanah yang menempel di Jalan Raya. Kami harap Pemkot Depok, terus mengawasi galian tanah itu, jika tidak ada izin segera ambil tindakan tegas” kata Romlih kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Senin (18/02/2019).

Padahal sebelumnya, Jumat (15/2) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, sudah menghentikan pekerjaan galian tanah yang ada di wilayah, Kampung Serab Sukmajaya.

“Sat Pol PP Kota Depok hanya menjalankan perintah untuk menghentikan aktivitas galian tanah. Kami juga menyita kunci dari kendaraan yang dipakai oleh pihak galian, untuk mengangkat tanah” kata Kepala Seksi Transmas Tibum Sapol PP Depok, R Agus.

Selain itu, Kepala Sat Pol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny mengatakan, penghentian aktivitas galian tanah yang ada di Kampung Serab ini dikarenakan, mereka tidak memiliki izin. Dengan demikian pihaknya menerjunkan petugas untuk datang kelokasi, dan langsung memberhentikan aktivitas galian tanah.

Menurutnya, kegiatan galian di Kampung Serab, telah melanggar Perda Kota Depok No 16 tahun 2012 tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum. Tertulis di pasal 13 bahwa, setiap orang atau badan, dilarang melakukan penggalian dan pengurukan tanah yang tidak sesuai dengan izin rekomendasi yang diberikan oleh pejabat yang berwenang.

Serta dapat membahayakan orang lain dan lingkungan disekitar lokasi penggalian atau pengurukan.

“Kami sudah menghentikan Kegiatan Galian Tanah Parung Serab, Sebelum ada ijinnya, mereka tidak boleh ada aktifitas Penggalian Tanah dilokasi tersebut” kata Lienda.

(RD/rub/pojokjabar)

loading...

Feeds