Renovasi Jembatan Kuning Depok Butuh Anggaran Rp 3 Miliar

Seseorang sedang melintas di Jembatan Kuning yang menghubungkan antara Kelurahan Kalimulya Cilodong, dan Kelurahan Ratujaya Cipayung, yang semakin tidak terawat. RUBIAKTO/RADARDEPOK

Seseorang sedang melintas di Jembatan Kuning yang menghubungkan antara Kelurahan Kalimulya Cilodong, dan Kelurahan Ratujaya Cipayung, yang semakin tidak terawat. RUBIAKTO/RADARDEPOK

POJOKJABAR.com, DEPOK – Warga dan pengendara yang melintas di jembatan kuning penghubung Cipayung dan Kalimulya, patut hati-hati. Saat ini kondisi jembatan tersebut perlu direnovasi.

Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Manto Djorghi menyebutkan, untuk membangun ulang jembatan Kuning dan Oren yang lokasinya berdekatan dibutuhkan anggaran Rp3 miliar. Namun pelaksanaan kegiatan itu masih menunggu P2JN yang menurut Manto memiliki anggaran perbaikan kedua jembatan.

“Karena anggaran di sana (P2JN) ada. Tinggal alokasinya, kan ada dua jembatan. Mereka memang butuh dua lokasi,” tutur Manto kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Senin (11/02/2019).

Manto mengatakan, pemerintah pusat menyatakan kondisi jembatan Kuning masih layak pakai. Padahal hasil survei tersebut beda jauh dengan kondisi di lapangan, ditambah penuturan warga yang menyatakan jembatan berumur 20 tahun itu tak pernah diperbaiki pemerintah.

“Waktu itu kan kita sudah survei dengan P2JN (Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional) Provinsi Jawa Barat, perwakilan dari Kementerian PUPR. Berdasarkan survei waktu itu informasinya bahwa itu masih layak digunakan,” kata Manto di Balaikota Depok, Senin (11/2/19).

Saat disinggung apakah dia sependapat dengan hasil survei tersebut, Manto mengatakan Dinas PUPR Depok telah menyarankan agar P2JN mempertimbangkan keluhan warga. Dia mengaku sempat melayangkan sejumlah pemberitaan di media massa soal keluhan warga bahwa Jembatan Kuning sudah tak layak pakai.

“Setelah ada berita, saya sampaikan bahwa warga butuh perbaikan jembatan kuning. Ini akan jadi pertimbangan kembali, dalam hal ini P2JN apakah perbaikan dilaksanakan tahun ini,” ujarnya.

Soal kegagalan lelang tahun lalu, Manto menjelaskan kegiatan yang hendak dilakukan bukan membangun ulang jembatan, tapi merenovasinya.

Sebelumnya, Ketua RW04 Kelurahan Kalimulya Mardan mengeluhkan kondisi jembatan kuning yang sudah tak layak pakai karena tak tersentuh perhatian pemerintah.

Saat dilintasi pengendara motor dan pejalan kaki, jembatan bakal goyang dan menimbulkan suara kencang hasil gesekan pelat baja.

“Memang kalau dipakai lewat pasti bunyi kencang dan bergoyang. Sudah dari lama seperti itu, sudah enggak layak lah kondisinya. Makanannya pas gagal lelang kemarin warga mempertanyakan alasannya,” kata Mardan.

Mardan sendiri mengetahui bahwa Kementerian PUPR telah meninjau lokasi, namun dia tak mengetahui bila P2JN menyatakan jembatan tersebut masih layak pakai.

(RD/rub/pojokjabar)

loading...

Feeds