Mahkamah Agung Tetap Menolak Kasasi Kasus Pencucian Uang First Travel

Andika Surachman, Annisa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan usai menjalani sidang beberapa waktu lalu. Ist

Andika Surachman, Annisa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan usai menjalani sidang beberapa waktu lalu. Ist

POJOKJABAR.com, DEPOK – Mahkamah Agung tetap menolak kasasi kasus pencucian uang Firts Travel, dengan terdakwa Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan. Aset First Travel juga dirampas negara.

Putusan tersebut diadili ketua majelis Andi Samsan Nganro dengan anggota Margono dan Eddy Ermy. Andika dan Anniesa diadili dalam nomor perkara 3096 K/Pid.Sus/2018. Sedangkan Kiki dengan nomor 3095 K/Pid.Sus/2018. Kasus ini masuk kualifikasi pencucian uang.

Atas putusan tersebut, Andika Surachman tetap divonis 20 tahun penjara, Anniesa divonis 18 tahun penjara. Keduanya diharuskan membayar denda masing-masing Rp10 miliar, subsider delapan bulan kurungan. Sedangkan Kiki divonis 15 tahun penjara.

”Menolak kasasi Andika Surachman dan kawan-kawan,” demikian lansir panitera MA, Senin (11/2/19).

Bos First Travel dinyatakan terbukti melakukan penipuan perjalanan umrah. Ada 63.310 orang calon jamaah First Travel gagal berangkat meski sudah melunasi pembayaran perjalanan umrah. Total uang kerugian korban karena kasus penggelapan dan pencucian uang bos First Travel mencapai Rp905 miliar.

Kasasi Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa Pemilik First Travel, Andika Surachman dan Annies Desvitasari Hasibuan dengan Nomor Perkara 3096 K/PID.SUS/2018 serta Direktur Keuangan Mereka Siti Nuriada Hasibuan dinyatakan di Tolak, Senin (11/2/19).

Sehingga putusan tersebut mengembalikan pada Putusan Pengadilan Negeri Depok, yang menyatakan memvonis masing masing 20 Tahun, 18 Tahun dan 15 Tahun Penjara, serta Merampas Semua Aset untuk Negara.

Loading...

loading...

Feeds