DBD Masih Merebak, Permintaan Stok Darah di PMI Kota Depok Meningkat

ilustrasi

ilustrasi


Menanggapi meningkatnya penderita DBD, Pemerintah Kota Depok membuat Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk, atau yang dikenal Gertak PSN di 11 kecamatan.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Gertak PSN di 11 kecamatan sudah dilakukan secara bersama sejak awal Februari 2019. Hal itu dilakukan, karena semakin meningkatnya warga Depok yang menderita DBD sepanjang Januari hingga Februari 2019.

“Gertak PSN di 11 kecamatan sangat efektif untuk menekan jumlah warga agar tidak terkena DBD, dan itu sudah dilakukan sejak awal bulan ini (Februari),” kata Idris kepada Radar Depok, di Balaikota Depok, Rabu (6/2/19).

Menurut Idris, Gertak PSN lebih ampuh untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti. Ketimbang dengan fogging, yang hanya membuat nyamuk dewasa keracunan beberapa jam. Tanpa membunuh telur-telur nyamuk tersebut.

Selain itu dirinya juga meminta kepada seluruh kader Jumantik di 63 kelurahan, untuk menghidupkan kembali gerakan jumantik di setiap rumah. “Harus terus di follow up jangan sampai gerakan ini hidup hanya pada musim DBD saja. Tapi terus menerus setiap hari,” ujar Idris.

Sebelumnya, berdasarkan data Dinkes Kota Depok sampai 31 Januari 2019 terdapat 436 jiwa sudah terjangkit DBD. Warga yang sudah melakukan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok pun juga tercatat sebanyak 242 pasien.

Manager On Duty RSUD Depok, Stya Hadi Saputra menuturkan, jumlah tersebut sejak 1 Januari hingga 6 Februari 2019. Hingga kemarin, pasien yang masih melakukan rawat inap sebanyak 32 jiwa. “Pasien anak ada 10 jiwa, dan pasien dewasa ada 22 jiwa,” pungkas Hadi.

(RD/san/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds