Penderita DBD di Kota Depok Tembus 436 Jiwa

ilustrasi

ilustrasi

Wabah DBD di Kota Depok kian menjangkiti warga sejak awal tahun 2019. Berdasarkan data Dinkes Kota Depok, adanya kenaikan jumlah pasien. Terduga mencapai 504 pasien, namun dari hasil diagnosa yang positif terkena DBD mencapai 436 jiwa sampai 31 Januari 2019.

Jumlah tersebut naik dari data sebelumnya per 25 Januari 2019 sebanyak 314 jiwa. Jika dibandingkan dengan Januari 2018 yang hanya 75 warga Depok yang terjangkit DBD, kini naik 7 kali lipat.

“Lima kelurahan yang menempati posisi terbanyak penderitanya ada di Cipayung 38 jiwa, Beji 36 jiwa, Pancoranmas 34 jiwa, Ratujaya 30 jiwa, dan Harjamukti 22 jiwa,” terangnya.

Diperkirakan peningkatan jumlah pasien akan terus bertambah kalau masyarakat tidak melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus. Serta rutin menjaga diri dengan cara Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna tidak henti-hentinya meminta, kepada seluruh warga Kota Depok untuk menjaga serta sadar akan kebersihan lingkungan. Dia terus memantau ke masing-masing kelurahan untuk gencar memberantas nyamuk.

“Terus lakukan PSN dan bentuk satu rumah minimal satu jumantik. Agar kebersihan di rumah kita dapat selalu terjaga. Ini bukan kewajiban pemerintah dan kader jumantik saja, tapi seluruh warga Kota Depok,” papar Pradi.

(RD/san/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds