Hadapi Pileg dan Pilpres 2019, Bawaslu Kota Depok Cari 10 Staf

MEGAH: Penampakan kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji. Ricky/Radar Depok

MEGAH: Penampakan kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji. Ricky/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 serta meningkatkan kinerja, Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat membuka kesempatan penerimaan Pegawai Non-Pengawai Negeri Sipil (PNS).

Bawaslu Kota Depok membutuhkan pegawai sebanyak 10 staf penambahan untuk lembaga yang saat ini dipimpin Kulit Barlini.

Seperti yang dituturkan Koordinator sekretariat Bawaslu Kota Depok, Mohammad Syamsu Rahman, menindaklanjuti Surat Edaran Sekretaris Jenderal Bawaslu RI Nomor 0065/SJ/KP.01.00/I/2019 tentang Rekruitmen Penambahan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kab/Kota di Jawa Barat.

Ia menjelaskan, saat ini ada kuota penambahan 10 orang Staf Bawaslu Kota Depok dengan prasyarat berpendidikan minimal S1, yang terdiri dari Sarjana Hukum sebanyak empat orang, Sarjana IT satu orang, Sarjana Administrasi dan Keuangan dua orang dan tiga orang S1 berlatar belakang lainnya.

“Hal ini sesuai dengan SOTK yang tentang penerimaan pegawai non-PNS di lingkungan Bawaslu. Dan dDepok mendapat kuota 10 orang,” kata Syamsu kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (5/2/19).

Ia menguraikan, adapun persyaratan untuk 10 staf non-PNS penambahan itu, yakni Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai calon Pegawai Pemerintah Non PNS di lingkungan Bawaslu Kab/Kota Provinsi Jawa Barat.

“Yang jelas harus WNI dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan,” paparnya.

Para pelamar, sambung Syamsu, tinggal membawa berkas dan persyaratan yang diminta ke Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1, Kelurahan/Kecamatan Beji.

Kemudian, lanjut Syamsu, pengumuman penerimaan berkas mulai 4-8 Februari 2019, dan pengumuman kelulusan pada 9 Februari 2019.

“Setelah lulus tahapan administrasi peserta akan mengikuti ujian tes tertulis pada 11 februari dan wawancara pada 12 februari,” katanya.

(RD/cky/pojokjabar)

loading...

Feeds