Penyakit DBD Renggut Dua Nyawa Warga Kota Depok

Ilustrasi DBD.

Ilustrasi DBD.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Khalayak Kota Depok benar-benar mesti waspada. Terbaru, nyamuk aedes aegepty sudah berhasil merenggut korban jiwa.

Kemarin, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar), terdapat dua warga Kota Depok meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Tak hanya itu, kota tercinta ini juga berada diurutan pertama kasus terbanyak se-Jabar.

Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Jabar, Widiyawati menuturkan, peningkatan angka kasus DBD disebabkan faktor cuaca serta kebersihan lingkungan. Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, hingga 28 Januari 2019 tercatat ada 2.204 orang yang terjangkit DBD.

Sebanyak 14 orang di antaranya meninggal dunia. Menurutnya, kasus terbanyak berada di Kota Depok (319 kasus), Kabupaten Bandung (236 kasus), Kota Cimahi (200 kasus), Kabupaten Bogor (198 kasus) dan Kabupaten Sumedang (193 kasus).

Adapun jumlah kematian tertinggi berada di daerah Kota Bogor (3 orang), Kabupaten Bandung (3 orang), Kota Depok (2 orang), Kabupaten Cianjur (2 orang) dan Kota Bekasi (2 orang).

Sejak memasuki musim penghujan, lanjut dia Dinkes Jabar sudah menyebar surat edaran ke kota/kabupaten, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit DBD.
Dinkes Jabar juga terus gencar melakukan sosialisasi ke tiap daerah tentang pemberantasan sarang nyamuk.

“Kita juga lakukan sosialisasi ke berbagai sektor terkait pencegahan DBD, pemberantasan sarang nyamuk, satu rumah satu Jumantik itu poin yang harus dilakukan,” ujarnya.

Loading...

loading...

Feeds