Disdukcapil Kota Depok Beri Pelayanan E-KTP ke SLB

PELAYANAN: Suasana perekaman KTP Elektronik di SLB Dharma Asih yang dilakukan Disdukcapil Kota Depok.

PELAYANAN: Suasana perekaman KTP Elektronik di SLB Dharma Asih yang dilakukan Disdukcapil Kota Depok.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok melakukan jemput bola perekaman data biometrik Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik bagi siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Asih, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.

Program jemput bola perekaman e-KTP ini, untuk memfasilitasi para penyandang disabilitas memiliki dokumen kependudukan yang sah.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir menuturkan, langkah tersebut merupakan upaya mempermudah para penyandang disabilitas untuk mendapatkan KTP elektronik.

Fasilitas Disdukcapil tersebut, ditujukan bagi anak berkebutuhan khusus yang telah berusia 17 tahun dan wajib memiliki KTP.

“Semua warga harus melakukan perekaman data biometrik kependudukan, karena mereka butuh pelayanan khusus. Makanya kami lakukan jemput bola. Terlebih, sebagian besar orang tua siswa berkebutuhan khusus kesulitan, untuk mengajak anaknya ke kelurahan setempat membuat KTP,” ujarnya, Selasa (29/01).

Dikatakannya, perekaman yang dilakukan di SLB dilaksanakan atas kesepakatan sekolah dan siswa. Perekaman bagi siswa SLB, karena sebelumnya siswa masuk belum berusia 17 tahun. Sehingga saat usianya sudah masuk 17 tahun, pihak Disdukcapil berinisiatif memberikan fasilitas perekaman tersebut.

“Mungkin saja ada yang belum, makanya kami lakukan sesuai data di sekolah dan akan roadshow di seluruh SLB,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Depok, Jaka Susanta mengatakan, perekaman jemput bola di SLB sudah dilakukan kedua kalinya. Untuk yang pertama pada Selasa (22/01), di SLB Negeri Kota Depok. Hasilnya, ada delapan siswa yang sudah direkam.

“Sedangkan yang kedua ini ada 15 siswa yang melakukan perekaman,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, perekaman data biometrik untuk siswa SLB berlangsung lebih lama dibanding warga biasa. Karena masing-masing anak memiliki penanganan yang berbeda-beda.

“Untuk merekam data satu anak minimal harus dibutuhkan pendampingan petugas dan guru,” ucapnya.

(RD/net/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds