Terbukti Bersalah, Warga Nigeria Harus Merasakan Hotel Prodeo Selama Tujuh Bulan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, DEPOK – Chibuzor Bartholomew Mbaenyi, pria kelahiran Ozara, Negeria harus merasakan hotel prodeo di Kota Depok. Pasalnya, warga negara asing (WNA) itu terbukti bersalah masuk wilayah Indonesia tidak memiliki dokumen perjalanan, dan visa yang sah masih berlaku.

Majelis Hakim yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Depok Sobandi dengan anggota Nanang Herjunanto dan Sri Rejeki Marsinta. Kemarin, menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Chibuzor berupa pidana penjara selama tujuh bulan, dan pidana denda sebesar Rp100 juta subsider satu bulan penjara. Nomor perkara 550/Pid.Sus/2018/PN Depok atas nama Chibuzor Bartholomew Mbaenyi.

Pria berusia 50 tahun itu dihadirkan dalam persidangan di PN Depok sebagai terdakwa, tanpa didampingi penasehat hukum. Terdakwa juga tidak didampingi penerjemah, karena dianggap mengerti Bahasa Indonesia.

JPU Putri Dwi Astrini dan Roji Julianto sebelumnya menuntut terdakwa berupa pidana penjara selama delapan bulan. JPU menyatakan, terdakwa terbukti bersalah masuk wilayah Indonesia tidak memiliki dokumen perjalanan dan visa, yang sah masih berlaku.

“Terdakwa Chibuzor tidak bisa menunjukkan paspor dan visa miliknya. Hanya dapat menunjukkan foto copy paspor Nomor A3741374A1 atas nama dirinya, dengan masa berlaku paspor tanggal 03 Mei 2007 sampai dengan 04 Mei 2012,” tutur JPU.

Masih kata JPU, bermula saat Petugas Bagian Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II Depok, Selasa (31/7/2018), melakukan pengawasan WNA di wilayah Gandul, Kecamatan Cinere, Kota Depok.

Berdasarkan laporan dari masyarakat disebutkan bahwa ada WNA yang bertempat tinggal di Jalan Madrasah I No. 36 Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Kota Depok. Saat ditindaklanjuti, didapati seorang laki-laki WNA sedang berada di dalam rumah.

Saat ditanyakan identitasnya, diketahui bernama Chibuzor Bartholomew Mbaenyi asal Nigeria sejak Juni 2018 tinggal di rumah tersebut, bersama istrinya warga negara Indonesia yang bernama Diana Rachmawati. Majelis Hakim yang memimpin persidangan dalam amar putusannya menyatakan, sependapat dengan JPU.

“Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 119 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 06 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Menyatakan barang bukti perkara ini conform dengan JPU,” papar KPN, kemarin.

(RD/rub/pojokjabar)

loading...

Feeds