Pengamat Sosial: Hukum Berat Pembeli Prostitusi Online

Ilustrasi prostitusi

Ilustrasi prostitusi

POJOKJABAR.com, DEPOK – Kasus Prostitusi online, di kalangan artis kembali terkuak. Tanggapan dari berbagai pihak pun bermunculan terutama di media sosial.

Pengamat sosial dari vokasi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati menuturkan, perlu ada format atau penyusunan mengenai undang-undang yang mengatur secara spesifik, soal kasus prostitusi online di Indonesia. Salah satu point pentingnya, yaitu hukuman berat bagi si penyewa jasa seks komersil itu sendiri.

“Hal-hal seperti ini ada ganjaran untuk semua pihak, tapi bagi beberapa negara yang berhasil menekan angka prostitusi di negaranya, justru para konsumennyalah yang harus dijerat,” kata Devie kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (09/01/2019).

Menurut pengamatannya, salah satu negara yang terbilang cukup sukses menekan angka prostitusi terselubung tersebut adalah Skandinavia.

“Di sana yang dijerat konsumennya, kan kalau enggak ada yang beli maka enggak akan ada yang jual. Dan perempuan cenderung sangat dimanfaatkan dalam hal ini,” bebernya.

Devie menilai, kasus yang terjadi saat ini jangan hanya dilihat dari undang-undang ITE saja. Namun perlu adanya revolusi hukum, artinya bukan hanya mengarah kepada pihak tertentu, namun untuk melindungi generasi bangsa.

“Kalau praktek seperti ini terus dibiarkan karena tidak ada undang-undang formal maka anak-anak kita yang akan menjadi korban. Kita tau ada banyak bahaya penyakit yang siap menghadang anak-anak kita kalau negara enggak serius menangani ini,” paparnya.

Saat ditanya mengenai harga fantastis yang dibandrol untuk kalangan artis, Devie mengatakan dirinya belum bisa berkomentar terlalu jauh sebab kasus yang menimpa Vanessa Angel saat ini masih dugaan dan belum terbukti secara fakta.

“Data dari mana dibanderol sekian, saya tidak bisa komentari yang belum terbukti secara fakta. Tapi prakteknya di dunia, di manapun, harga bisa variatif. Lagi-lagi tidak melulu berdasarkan profesi tertentu, tidak bisa ada stigma ini profesi tertentu, tidak bisa. Ini sekarang seluruh profesi apapun dan siapapun bisa terjerumus. Ini jauh lebih mengerikan,” paparnya.

Seperti diketahui, Vanessa Angel menjadi trending topik setelah di tangkap petugas Polda Jawa Timur di sebuah Hotel Berbintang pada Sabtu 5 Januari 2018 lalu, diduga artis FTV itu tersangkut kasus prostitusi online.

(RD/rub/pojokjabar)

loading...

Feeds