Pembangunan Molor, Kontraktor Alun-alun Kota Depok Kena Denda

PENGERJAN DIKEBUT : Pekerja saat beraktifitas di lokasi pembangunan Alun-Alun Kota Depok yang berada di kawasan Grand Depok City, Rabu (9/1/19). Pengerjaan tahap satu tersebut direncanakan selesai pada akhir Januari mendatang. Ahmad Fachry/Radar Depok

PENGERJAN DIKEBUT : Pekerja saat beraktifitas di lokasi pembangunan Alun-Alun Kota Depok yang berada di kawasan Grand Depok City, Rabu (9/1/19). Pengerjaan tahap satu tersebut direncanakan selesai pada akhir Januari mendatang. Ahmad Fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Faktor cuaca menjadi kendala utama lambatnya penyelesaian pembangunan tahap pertama, Alun-alun Kota Depok. Waktu yang ditargetkan akhir Desember 2018, nyatanya mundur menjadi akhir Januari 2019.

Tak pelak, kontraktor PT Merdeka Inti Persada terpaksa dikenakan denda. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, Dudi Miraz mengungkapkan, perpanjangan waktu proyek pembangunan alun-alun masuk dalam kriteria nyeberang tahun.

“Iya ini lewat dari target yang ditetapkan, tapi dikasih waktu perpanjang 50 hari waktu kalender. Jadi mudah-mudahan dalam waktu kurang dari 50 hari sudah rampung,” tutur Dudi kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (09/01/2019).

Dudi menjelaskan, kontraktor akan tetap dikenakan denda sesuai dengan Perpres 16 tahun 2018 dan Permendagri 38 tahun 2018 tentang tata cara pembiayaan. Namun, dia belum dapat memberikan besaran jumlah denda yang harus dibayarkan.

“Jadi sekarang kami kejar pemanfaatannya, tapi tetap dengan denda hitungannya ada di Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Saya tidak tahu berapa besaran angkanya,” beber Dudi.

loading...

Feeds