Dinas PUPR Kota Depok Ajukan Dana BTT Rp2,5 M

(Ilustrasi) Papan peringatan rawan longsor. (Dok. Radar Depok)

(Ilustrasi) Papan peringatan rawan longsor. (Dok. Radar Depok)

POJOKJABAR.com, DEPOK – Beberapa hari terakhir Kota Depok diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Pemkot Depok mengingatkan masyarakat agar mewaspadai bencana alam seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, terdapat 29 titik wilayah rawan longsor yang tercatat mulai dari Februari hingga November 2018. Walikota Depok Mohammad Idris pun mengeluarkan suratedaran Nomor: 360/Pemberitahuan tentang kewaspadaan menghadapi musim penghujan di Kota Depok.

Edaran tersebut berdasarkan instruksi presiden Nomor 4 Tahun 2012 tentang penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor.

Kemudian peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28/PRT/M/2015 tentang penetapan Garis Sempadan Sungai (GSS) dan Garis Sempadan Danau (GSD).

“Warga harus berhati-hati dan waspada dalam menghadapi cuaca musim penghujan ini,” kata Idris kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), rabu (5/12).

Disebutkan pula pada Peraturan Walikota Depok Nomor 15 Tahun 2013 tentang penetapan dan persyaratan jarak bebas bangunan dan pemanfaatan pada daerah sempadan dalam. Hal ini guna menghadapi ancaman banjir dan longsor.

“Saya instruksikan kepada camat dan lurah se-Kota Depok agar melaksanakan imbauan ini, dan mewaspadai bencana alam,” tegas Idris.

loading...

Feeds