Identifikasi Korban Lion Air JT 610 Berhenti, Keluarga Korban Depok Cemas

Ilustrasi Jatuhnya Lion Ai JT-610 (Kokoh Praba Wardana)

Ilustrasi Jatuhnya Lion Ai JT-610 (Kokoh Praba Wardana)

POJOKJABAR.com, DEPOK – Jumat, 23 November 2018, Polri dan RS Polri Kramat Jati menyatakan menghentikan identifikasi korban Lion Air JT 610.

Artinya, tiga korban asli warga Depok pun hingga kini belum jelas rimbanya. Kendati demikian kemarin, pihak keluarga masih berharap dan optimis orang yang disayanginya bisa ditemukan. Keyakinan itu didasari pihak Lion Air mau mendatangkan teknologi canggih.

“Belum ada kabar hingga hari ini (kemarin). Kita serahkan saja kepada saja kepada pihak lion,” kata Aditya suami korban Yulia Silvianti kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Warga RT6/RW5 Kelurahan Kukusan, Beji ini menyebutkan, pihak Lion Air terus melakukan pencarian para korban di laut termasuk istrinya. Dan juga terus mengakomodir pencarian serta mendatangkan kapal dengan teknologi cangih.

“Intinya pencarian maksimal dan itu yang kita tunggu,” ucap Adtiya ketika baru sampai dari Jakarta di kediamanya, semalam kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Menurutnya, Lion Air dalam pencarian tidak ditentukan batas waktu sampai kapan dilakukan. “Untuk waktu tidak ngomong intinya masih ada pencarian. Karena masih ada 64 orang yang belum ditemukan,” tuturnya.

Demi memudahkan identifikasi, lanjut dia semua terkait istri sudah diserahkan ke RS Polri. Mulai dari DNA orang tua, rambut, dan sidik jari. “Semua diserahkan pada hari pertama pencarian. Kami mohon doanya agar dapat segera teridentifikasi,” ungkap Aditya.

Terpisah, keluarga korban atas nama Maheru warga Jalan Perintis, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Depok, berusaha dan optimis.

Loading...

loading...

Feeds