Imunisasi MR-ORI di Kota Depok di Bawah Target Kemenkes

Imunisasi Difteri

Imunisasi Difteri

Pemberian vaksin MR yang mengandung babi jika dalam kondisi terpaksa sudah dikeluarkan oleh MUI Pusat. Di mana keputusan tersebut ditetapkan usai Komisi MUI menggelar rapat pleno terkait kehalalan vaksin MR di kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/8) malam.

Berdasarkam keterangan MUI Pusat penggunaan vaksin MR produk dari SII pada saat ini dibolehkan atau mubah hukumnya, karena ada kondisi keterpaksaan atau darurat syariah dan belum ditemukan vaksin MR halal dan suci.

“Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi,” imbuhnya.

Hasil pemeriksaan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) menyebutkan, vaksin MR mengandung dua unsur haram, yakni kandungan kulit babi dan organ tubuh manusia atau human deploit cell.

Keputusan ini tertuang dalam Fatwa MUI Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR dari SSI untuk imunisasi.
MUI meminta pemerintah dan produsen mengupayakan produk yang berbahan halal.

“Pemerintah dan produsen wajib mengupayakan vaksin halal untuk vaksin imunisasi dari masyarakat,” pungkas Safi.

(RD/irw/pojokjabar)

loading...

Feeds