Sebanyak 389 Alat Peraga Sosialisasi Ilegal di Kota Depok Dibredel Petugas

APEL GABUNGAN: Penyelenggara Pemilu dan jajarannya beserta Satpol PP saat apel bersama di Lapangan Balaikota Depok, sebelum melakukan penertiban APS, Senin (24/9/18). Ricky/Radar Depok

APEL GABUNGAN: Penyelenggara Pemilu dan jajarannya beserta Satpol PP saat apel bersama di Lapangan Balaikota Depok, sebelum melakukan penertiban APS, Senin (24/9/18). Ricky/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Memasuki tahapan Pemilu 2019, sebanyak 389 Alat Peraga Sosialisasi (APS) ilegal berbagai jenis ditertibkan Bawaslu Kota Depok dan jajarannya bersama Satpol PP Kota Depok di 11 Kecamatan di Kota Depok, Senin (24/9/18).

Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan, Hubungan Masyarakat (Humas) dan Hubungan antar Lembaga (Hubal) Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana menguraikan, jumlah tersebut terdiri dari bendera partai ada 205, banner kecil ada 58, spanduk ada 25, APS campuran ada 25 dan umbul-umbul ada 6. “Jumlah 389 buah yang ditertibkan,” tutur Dede kepada Radar Depok.

Karenanya, bawaslu mengimbau agar peserta pemilu menaati peraturan kampanye, Dede menerangkan, salah satu prinsip kampanye adalah dialogis, maka Bawaslu mendorong kepada para peserta Pemilu 2019 untuk mengedepankan cara-cara dialogis dalam menyampaikan visi misi serta citra dirinya, agar lebih mengena dan bisa dikritisi oleh calon pemilih.

Kemudian, alat peraga kampanye (APK) merupakan salah satu metode kampanye yang diatur dalam peraturan dan perundang-undangan pemilu dengan pembatasan jenis, ukuran, bahan serta titik pemasangan yang ditentukan.

Bawaslu mendorong KPU agar segera memfasilitasi pembuatan APK dan menyampaikan informasi sejelas-jelasnya kepada parpol peserta pemilu mengenai koridor pembuatan dan pemasangan apk yang bersifat mandiri.

“Spot reklame berbayar yang ada di Kota Depok merupakan spot yang melibatkan pihak pemda dan vendor (pihak ketiga), Bawaslu mendorong agar Pemda mengeluarkan aturan yang lebih jelas perihal penggunaan titik reklame berbayar tersebut selama periode kampanye Pemilu 2019,” terangnya.

loading...

Feeds

Ngelem

Miris, Masih SD Sudah Ngelem

Tiga bocah yang masih berstatus pelajar salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cugenang, tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta …