Aset Disita Negara, Bos First Travel Ngotot Ajukan Kasasi

Kuasa Hukum terdakwa kasus First Travel, Andika Surachman, Rony Setiawan menunjukkan memori kasasi usai melakukan pendaftaran di Pengadilan Negeri Kota Depok Kelas 1B, Komplek Perkantoran Kota Kembang, Jalan Boulevard, Kecamatan Cilodong, Senin (24/9/18).Ahmad Fachry/Radar Depok

Kuasa Hukum terdakwa kasus First Travel, Andika Surachman, Rony Setiawan menunjukkan memori kasasi usai melakukan pendaftaran di Pengadilan Negeri Kota Depok Kelas 1B, Komplek Perkantoran Kota Kembang, Jalan Boulevard, Kecamatan Cilodong, Senin (24/9/18).Ahmad Fachry/Radar Depok

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK – Bos First Travel Andika Surachmandan dan jamaah kali ini kompak. Melalui kuasa hukumnya, Senin (24/9/18) sekira pukul 11:00 WIB, resmi mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) melalui Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok.

Langkah hukum ini mencuat, didasari ditolaknya pengajuan banding di Pengadilan Tinggi (PT) Bandung.

“Hari ini kami hadir di PN Depok untuk mendaftarkan kasasi dan menyerahkan dokumen memori kasasi,” kata Rony Setiawan di PN Depok kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Senin (24/09/2018).

Dia mengungkapkan, langkah kasasi ini dilakukan setelah PT Bandung menolak banding, yang diajukan Andika Surachmandan dan Anniesa Hasibuan melalui Surat Pengadilan Tinggi Bandung, pada 15 Agustus 2018 dengan nomor perkara 195/PID/2018/PT.BDG. Dengan penolakan banding berarti aset First Travel dinyatakan tetap disita negara.

“Dalam kasasi kami berfokus pada pengembalian aset kepada jamaah. Karena jamaah itu tidak ingin pailit, ingin berangkat umrah dari aset Andika. Sehingga kami selain mendukung memori kasasi ini juga menolak pailit,” jelasnya.

Meski begitu, kata Rony, dengan kasasi ini juga diharapkan ada pengurangan masa hukuman terhadap Andika dan Anniesa. Sebab, kasasi merupakan tahapan terakhir dan harapan terakhir jamaah.

“Kami mengajak semua jamaah bersatu dan berjuang, agar para jamaah bisa berangkat umrah. Semoga di Mahkamah Agung kami bisa memenangkan pengadilan,” ungkapnya.


loading...

Feeds