Polisi Depok Bekuk Pelaku Perampokan dan Pemerkosaan di Rumah WNA Jerman

DIAMANKAN: Asep Maulana (38) pelaku perampokan dan pemerkosaan terhadap SF pembantu rumah tangga di Komplek IPTN, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis malu dan menyesal saat dibawa ke Polresta Depok, Jumat (21/9) malam. Irwan/Radar Depok

DIAMANKAN: Asep Maulana (38) pelaku perampokan dan pemerkosaan terhadap SF pembantu rumah tangga di Komplek IPTN, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis malu dan menyesal saat dibawa ke Polresta Depok, Jumat (21/9) malam. Irwan/Radar Depok

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria berusia 38 tahun itu menunduk selama perjalanan menuju sel, kemarin malam. Sikap pemalu itu tak mencerminkan sikapnya, yang telah melakukam pemerkosaan serta pencurian di rumah warga negara asing (WNA) Jerman, di Komplek IPTN Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis.

Pria yang berprofesi sebagai kuli pikul itu nekat melakukan perampokan dan pemerkosa terhadap DS, karena membutuhkan uang untuk pulang kampung, dan tidak diniatkan.

Aksi itu berawal ketika Asep pulang dari tempat tongkrongan temanya di Cibubur.

Sektika pria bejat ini pun mulai mengingat dan melihat rumah milik warga negara Jerman, kosong dan jarang ditempati. Karena pelaku pernah bekerja membersihkan selokan dan membersihkan rumput di rumah tersebut.

“Malam itu, pas mau pulang kerumah mau nyari teman cuma tidak ketemu. Akhirnya nongkrong dicibubur jam 2 pagi, saya berangkat menuju rumah mewah itu. Gak niat awalnya,” kata Asep ketika ditanya Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto.

Dalam aksinya Asep mengaku sendiri. Aksi itu juga kondisi pelaku tidak punya uang untuk pulang ke Sukabumi, dan akhirnya nekat mencuri. Saat ditanya kenapa melakukan pemerkosaan terhadal DS, Asep menjelaskan awalnya melihat paha DS yang mulus.

“Sebelum saya perkosa, saya buka jendela, tapi ternyata pintu bisa terbuka. Saya ambil hp, dompet. Pas saya mau nyari lagi, dia bangun lalu saya todongin golok awas kamu teriak ya,” tutur dia langsung melakukan pemerkosaan ke DS.

Saat menyetubuhi korban mengaku sedang sakit lalu dipaksa melakukan hubungan intim. “Golok saya untuk kerja proyek terus saya bawa kesana. Buat acam korban,” ulasnya.

Masih di lokasi, Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan, adanya kejadian ini anggota langsung melakukan penyidikan dan melakukan olah TKP. Selain olah TKP, polisi juga memeriksa saksi-saksi. Dari hasil alat bukti yang dikumpulkan bisa identifikasi pelaku.

“Pelaku diamankan di Sukabumi, Jawa Barat. Pelaku melakukan aksinya sendiri,” terangnya.

Pelaku, tegas Kapolres tentunya dikenakan pasal 365, pasal 363 dan pasal persetubuhan dengan ancaman kekerasan. “Ya berlapis, kita lakukan pemeriksaan secara berlapis. Yang jelas hukuman di atas 5 tahun,” tandasnya.

(RD/irw/pojokjabar)


loading...

Feeds