Pakar Teknologi Pangan Jelaskan Fakta Soal Konsumsi Daging Hewan Kurban

ILUSTRASI

ILUSTRASI

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK– Hari Raya Idul Adha biasa dirayakan dengan penyembelihan hewan kurban, baik sapi, kambing, domba, dan kerbau. Namun seringkali ada anggapan, jika terlalu banyak mengonsumsi daging kurban bisa membahayakan kesehatan, baik itu kolesterol, darah tinggi, dan gula darah. Benarkah demikian?

Banyak orang menilai daging kambing menjadi biang keladi penyakit kolesterol. Namun, Pakar Teknologi Pangan Institur Pertanian Bogor (IPB) Nur Mahmudi Ismail tidak setuju dengan pendapat tersebut. Menurutnya, kandungan protein kambing, sapi, dan kerbau secara makro sama, begitupun tingkat kolesterolnya.
“Yang perlu dipahami, orang bahas kambing penyebab kolesterol atau menjadi kematian bagi orang, tak baik bagi kesehatan dan lainnya. Saya sebenarnya tak terlalu setuju jika alamatkan kambing sebagai penyebab penyakit tertentu. Karena kandungan kambing itu masih mirip dengan sapi, kerbau,” kata mantan Wali Kota Depok ini kepada JawaPos.com (Pojoksatu.id group), Rabu (22/8).

Baca: Ini Pesan Tri Adhianto untuk Warga Kota Bekasi dalam Memaknai Idul Adha

 

Menurutnya, daging kambing akan berbahaya jika seseorang yang mengonsumsi daging tersebut memiliki kondisi yang sensitif. Apalagi jika orang tersebut memiliki catatan penyakit kolesterol dan hipertensi sebelumnya. Intinya, kata dia, jangan makan daging apapun sebagai sumber protein secara berlebihan.

“Kalau seseorang sedang mengalami masalah kolesterol dan darah tinggi, konsumsi sedikit saja pasti langsung responsif bisa jadi sumber penyakit. Prinsipnya, jangan makan berlebihan. Bukan hanya kepada daging tetapi kepada semua jenis makanan, dianjurkan mengukur sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Nur Mahmudi mengatakan pada dasarnya dua jenis daging sebagai sumber protein. Keduanya adalah daging merah dan daging putih.

Baca: Begini Kondisi Ruas Jalan di Kota Bekasi Saat Idul Adha

 

“Bahwa sejarahnya sejarahnya hewan kurban dulunya domba, berlanjut mengarah pada hewan-hewan mamalia hingga berkaki empat seperti unta, sapi, kambing. Dulu domba sekarang kan ada kambing,” katanya.

Sumber protein hewani daging putih dan merah, perbedaannya hanya pada kandungannya zat besinya. Vitamin B juga banyak dikandung oleh sumber protein hewani.

“Vitamin B biasanya tak banyak didapat dari protein nabati. Kombinasikan protein nabati dan hewani agar saling melengkapi. Tak boleh katakan lebih bagus dan jelek karena keduanya komplementer,” katanya.

(ika/jpc/pojokjabar)


loading...

Feeds