Pelaku Peremas Payudara di Depok Divonis Kamis

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, DEPOK – Kendati vonis Ilham Sinna Tanjung, pelaku peremas payudara ditunda Kamis (9/8/18). Korban, RA tetap bersikukuh hukuman yang menjerat Ilham, nantinya harus lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat vonis.

RA mengaku, belum memaafkan pelaku secara hukum. Dia hanya memaafkan tindakan secara kemanusiaan, dan tetap menginginkan pelaku diganjar hukuman berat.

Ngeri! Gadis Cantik Berhijab Ini Mengaku Jadi Korban Pemerkosaan di Commuter Line

“Saya memang bilang memaafkan dia, tapi secara manusia, bukan dimata hukum,” kata RA kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Grup), Jumát (03/08/18).

RA telah mengungkapkan kekecewaannya atas rendahnya tuntutan yang dijatuhkan JPU Putri. Dia menilai empat bulan penjara bukan merupakan hukuman yang tepat untuk membuat jera pelaku pelecehan seksual.

Gila! Pria Tak Dikenal Raba Payudara Mahasiswi Cantik Ini, Lalu Modus Nanya Harga Sambil Raba Dada

“Hukuman untuk pelaku tindakan yang menjatuhkan martabat wanita dan memalukan ini saja, masih di anggap biasa dan mungkin tidak di anggap sebagai masalah,” ujar RA.

Sementara, JPU Kejari Depok, Putri Dwi Astrini mengatakan, tuntutan yang diberikan selama empat bulan kurungan penjara, lantaran Ilham Sinna Tanjung (30) yang sudah meremas payudara bukan termasuk pelecehan.

Hukuman yang diberikan kepada Ilham sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa yang meremas payudara RA (22).

Begal Payudara Terulang Lagi di Depok

“Memang unsurnya melanggar kesusilan. Kalau ada pendapat lain yang menyatakan itu pelecehan atau pencabulan ya terserah,” kata Putri, kemarin.

Loading...

loading...

Feeds