Pembangunan JPO di Jalan Margonda Raya Terbentur Lahan

JPO MASIH KURANG: Pejalan kaki saat melintas di salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Margonda Raya, kemarin. Ahmad Fachry/Radar Depok

JPO MASIH KURANG: Pejalan kaki saat melintas di salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Margonda Raya, kemarin. Ahmad Fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Jembatan penyebrangan orang (JPO) di Jalan Margonda Raya dinilai masih minim. Musababnya, jalan yang memiliki panjang 4,8 kilometer (KM) tersebut hanya ada empat JPO. Tak ayal, membuat pejalan kaki harus berhati-hati saat menyebrang.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Dadang Wihana. Jumlah JPO di Jalan Margonda Raya saat ini memang sangat minim, sehingga tidak mampu mengakomodir seluruh penyebrang jalan di Jalan Margonda.

“Memang masih sangat kurang, mengingat Jalan Margonda sangat panjang dan lebar,” kata Dadang kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Grup), Jumát (13/07/18).

Namun, demikian pihaknya juga berencana untuk menambah jumlah JPO di Jalan Margonda. Tapi, rencana tersebut nampaknya tidak dapat terealisasi dalam waktu dekat. Mengingat, pembebasan lahan menjadi masalah baru ketika ingin membangun JPO.

“Kita memang berencana ingin membangun JPO lagi, tapi masih terbentur dengan pembebasan lahan,” jelas Dadang.

Salah satu warga Kecamatan Kemirimuka, Wahyu mengeluhkan minimnya JPO di Jalan Margonda. Dia mengaku, kesulitan jika ingin menyebrang jalan di Jalan Margonda. Apalagi luas Jalan Margonda Raya sangat lebar dan ada empat jalur.

“Kalau bisa JPO-nya di tambah, kadang jika hanya menggunakan zebra cross, masih belum tenang. Karena lalu lintas di Jalan Margonda sangat padat dan ada empat ruas jalan,” tandas Wahyu.

(RD/rub/pojokjabar)

loading...

Feeds