BNN Kota Depok: Pengguna Sabu-sabu di Depok Banyak

PARTISIPASI: Kepala BNN Kota Depok Rusli Lubis saat memantau pelaksanaan donor darah dalam rangka Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Kantor BNN, Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya, kemarin. Ahmad Fachry/Radar Depok

PARTISIPASI: Kepala BNN Kota Depok Rusli Lubis saat memantau pelaksanaan donor darah dalam rangka Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Kantor BNN, Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya, kemarin. Ahmad Fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, menyatakan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Depok cukup tinggi. Hanya saja, BNN tidak menyebutkan angkanya. Yang jelas, rata-rata penyalahgunaan umur 16 sampai 28 tahun, dan umumnya laki-laki.

“Depok itu kalau saya bilang cukup tinggi penyalahgunaan dan peredaran narkoba-nya,” kata Kepala BNN Kota Depok AKBP Rusli Lubis, kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Grup) saat menggelar donor darah di kantornya, Kecamatan Sukmajaya, Kamis (12/6).

Sejauh ini, kata dia BNN Depok sudah bekerjasama dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Depok. Bentuknya, sebut dia, pemkot membantu anggaran untuk memberantas narkoba di Depok.

“Pengguna rata-rata itu remaja,” ucapnya. Berdasarkan data yang ditangani, untuk rehabilitasi BNN Depok kurang lebih ada 50 orang.

“Target kami di 2018 ini juga 50 orang, untuk sekarang sudah mencapai sekitar 23 orang,” ulasnya.

Untuk yang direhabilitasi tapi terkait kasus-kasus narkoba ditindaklanjuti ke pidana. Ada tiga tersangka yang ditangani, kemudian ada beberapa yang ksudah dikirim ke Polres.

“Kalau 2018 belum dikirim karena kita masih bisa tangani. Dan ada yang sudah dijatuhi hukuman yang bandar 10 tahun, dan yang kurir itu 4,5 tahun. Dan satu orang wanita satu tahun sembilan bulan,” ungkapnya.

Kasus penyalagunaan narkotika penyebabnya dari pergaulan lalu mencoba-coba. Umumnya di Depok pada 2017 didominasi pengguna sabu-sabu. “Jadi ketika pemuda ada masalah di keluarga mau curhat bingung, akhirnya ketemu pengguna dan ikut-ikutan,” tuturnya.

Selain itu, dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018, BNN Depok menggelar kegiatan bakti sosial donor darah, dan penandatangan komitmen perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Menurut Rusli, pihaknya mengisi kegiatan memperingati HANI bekerjasama dengan PMI Kota Depok menggelar kegiatan donor darah antara pegawai dan masyarakat sebanyak 75 orang.

“Selain donor darah kita juga menggelar Penandatanganan Komitmen Perang Terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba oleh Muspika Kecamatan Sukmajaya, dan Kepala Kesbangpol Kota Depok Lienda Ratna Nurdianny serta lapisan masyarakat,”ujarnya.

(RD/irw/pojokjabar)

loading...

Feeds