Korupsi RTLH di Cilodong Depok Rugikan Negara Rp 482.550.525

SIDANG: Saksi Auditor dari Inspektorat Kota Depok memberi keterangan terdapat kerugian negara saat pelaksanaan pembangunan RTLH di Kelurahan Sukamaju, Cilodong. Ist

SIDANG: Saksi Auditor dari Inspektorat Kota Depok memberi keterangan terdapat kerugian negara saat pelaksanaan pembangunan RTLH di Kelurahan Sukamaju, Cilodong. Ist

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK – Adanya rasuah dalam pengelolan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 2016 di Kelurahan Sukamaju, Cilodong makin terang benderang.

Kemarin, dalam lanjutan sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, ternyata kerugian negara yang ditimbulkan akibat korupsi RTLH di Kelurahan Sukamaju, Cilodong mencapai Rp482.550.525.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut, Tohom Hasiholan. Kemarin JPU mendatangkan saksi seorang auditor dari Inspektorat Kota Depok, Syahrial.

Dalam keteranganya, Syahrial menjelaskan dalam pelaksanaan pengerjaan RTLH di Kelurahan Sukamaju, Cilodong memang mengalami kerugian negara.

Dari kerugian negara yang dialami sebesar Rp482.550.525 dengan rincian adanya pemotongan Rp3 juta yang dilakukan oleh terdakwa Agustina terhadap 52 penerima manfaat, dan pemotongan Rp1 juta yang dilakukan terdakwa Aulia dan Tajudin terhadap 15 penerima manfaat.

Selain itu, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kurang bukti, sehingga ada selisih. Selain itu, yang membuat LPJ adalah para terdakwa, bukan penerima manfaat. “Saksi juga mengatakan ada bukti ditemukannya bon fiktif, yang dikelola terdakwa,” kata Tohom.

Setelah mendengarkan keternagan saksi, menurut JPU Tohom Hasiholan. Terdakwa Aulia dan Tajudin tidak keberatan dengan keterangan auditor dari Inspektorat Kota Depok.

“Terdakwa tidak keberatan, begitu pula dengan Agustina. Tapi Agustina keberatan dikatakan mempunyai tim untuk mengelola RTLH,” kata Tohom Hasiholan.

Sementara itu, sidang ditunda hingga Senin (16/7) dengan agenda saksi mahkota.

(RD/rub/pojokjabar)


loading...

Feeds