Densus 88 Ringkus Lima Terduga Teroris di Cilodong Depok

TKP TERDUGA TERORIS : Salah satu wartawan saat mengambil gambar di kediaman Lukman terduga teroris di kawasan Jalan H. Ipit Bojong Lio RT002/009, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, kemarin (10/7). Ahmad Fachry/Radar Depok

TKP TERDUGA TERORIS : Salah satu wartawan saat mengambil gambar di kediaman Lukman terduga teroris di kawasan Jalan H. Ipit Bojong Lio RT002/009, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, kemarin (10/7). Ahmad Fachry/Radar Depok

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK – Lima orang terduga teroris ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di kawasan Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Senin (9/7/18). Kelima orang tersebut adalah Lukman (35) tukang mie ayam, Supriadi (35) agen air mineral dan gas, Soni (35) seorang supervisor di perusahaan swasta, Masruki (40), dan buruh pabrik bernama Roy Marten (35).

Ketua RW09 Kelurahan Sukamaju, Samsudin mengaku, Senin subuh ada tiga unit motor melaju kencang di Jalan Haji Ipit Kampung Bojong Lio, Sukamaju. Motor tersebut diketahui milik anggota Densus yang sedang membonceng terduga teroris dalam keadaan tangan terborgol.

“Subuh kemarin, ibu-ibu lagi pada kumpul di pinggir jalan melihat tiga motor berboncengan tiga orang. Dua orang tangannya di borgol. Salah satu yang warga kenali namanya Lukman,” ungkap Samsudin kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Grup), Selasa (10/07/18).

Samsudin mengatakan, terduga teroris yang diamankan Densus saling kenal satu sama lain. Tetapi ia mengaku, belum pernah melihat para pelaku berkumpul di satu tempat. Karena tempat tinggal mereka berbeda-beda. Seperti Lukman dan Supriadi dti RT03/RW09, sedangkan Roy Marten, Soni, dan Masruki tinggal di RT04/RW09.

“Keseharian mereka suka bersosialisasi dengan warga, apalagi Lukman pedagang mi ayam pasti sangat dekat dengan warga. Kami pastinya di sini kaget,” terang Samsudin.

Samsudin menuturkan, hanya Masruki yang jarang bersosialisasi dengan warga, dan terkesan tertutup. Ia mengaku, telah melaporkan kejadian tersebut kepada Binmas, Babinsa, serta lurah Sukamaju. Hingga di hari yang sama unsur Muspika, Koramil, dan Polsek Sukmajaya mencoba melakukan penggeledahan di salah satu rumah terduga teroris bernama Masruki.

“Upaya itu gagal, karena keluarga yang ada di dalam rumah tidak mau membukakan pintu. Akhirnya tidak jadi melakukan penggeledahan,” terang Samsudin.

Sementara itu, istri Samsudin, Muinah mengaku, kenal dengan Lukman yang berprofesi sebagai penjual mie ayam, yang sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jalan Raya Bogor. ”Lukman kesehariannya biasa-biasa saja,” katanya.

Tetapi, Muinah mengaku merasakan gelagat aneh pada diri Lukman sejak menikah. “Setelah nikah dia mulai menjauh dari lingkungan warga. Dia mulai tak mengikuti rapat warga, kerja bakti. Salat Ied saja enggak ikut, dia bikin sendiri,” ucapnya.


loading...

Feeds