KPAI Libatkan UI Atasi Kasus Asusila Oknum Guru SD di Depok

BERIKAN KETERANGAN: Ketua KPAI Susanto didampingi Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti dan Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto saat memberikan keterang pers di Mapolresta Depok kepada awak media terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu oknum guru SD Negeri di Kota Depok, senin (11/06/18). Ahmad Fachry/Radar Depok

BERIKAN KETERANGAN: Ketua KPAI Susanto didampingi Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti dan Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto saat memberikan keterang pers di Mapolresta Depok kepada awak media terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu oknum guru SD Negeri di Kota Depok, senin (11/06/18). Ahmad Fachry/Radar Depok

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK – Peristiwa fenomenal yang menghebohkan jagad Indonesia jadi perhatian seluruh pihak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dari Kementerian Perbedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DPAMPK Depok, Polresta Depok dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), akan melibatkan psikolog.

Aksi serius ini digalang, agar dapat menyembuhkan 13 siswa atas prilaku seksual dilakukan oknum guru SDN di Depok. Ketua KPAI, Susanto mengatakan, adanya kasus ini pihaknya sudah berkoordinasi dengam Pemerintah Kota dan Polresta Depok untuk proses jangka pendek dan panjang.

“Memang kita segera mungkin melaksanakan, sudah ada dua psikolog anak yang menangani hal ini,” kata Susanto  kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Grup), Senin (11/06/18).

KPAI juga memastikan, kepada pihak Pemerintah Kota Depok dan Polresta Depok untuk identifikasi para korban. Sebab, jika tidak teridentifikasi maka korban kedepan akan menjadi bahaya secara personal dan umum.

“Harus lebih teliti mengindetifikasi korban dan saksi juga yang masih di bawah umur,” kata dia.
Lalu, kata dia, KPAI akan meminta penjelasan dari pihak kepolisian terkait progres penanganan kasus ini, dan memastikan kepolisian mengenakan Undang-Undang Perlidungan Anak terhadap pelaku. “ KPAI juga akan meminta ijin bertemu pelaku,” ucap dia.

Seusai libur lebaran, tambah dia, KPAI akan mengajukan surat resmi kepada Walikota Depok untuk berkoordinasi kepada sejumlah SKPD terkait, untuk penanganan kasus ini kedepannya. Serta upaya pencegahan, agar tidak terjadi lagi di sekolah-sekolah di wilayah Depok.

“KPAI akan memastikan program rehabilitasi para korban maupun ibu korban yang bisa dilakukan oleh Dinas PPPA, P2TP2A dan Dinas Sosial kota Depok,” kata dia.
KPAI akan mendorong pemerintah kota Depok bersinergi dengan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) untuk membantu rehabilitasi para korban dan ibunya.

“KPAI juga akan bersurat kepada Rektor UI untuk membantu mengkomunikasikan dengan pihak UI terkait upaya membantu rehabilitasi psikologis para korban dan ibunya,” terang Susanto.


loading...

Feeds

Libur Lebaran, TPS Liar Mulai Bermunculan di Bekasi

Pemkot Bekasi Tutup 88 TPS Liar

Sejak 2014, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah menutup 88 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dari 120 yang tersebar secara …