Dua Pemasang Spanduk Liar di Depok Terciduk OTT

Pencopotan Spanduk Liar di  Kota Depok. (Ilustrasi)

Pencopotan Spanduk Liar di Kota Depok. (Ilustrasi)

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK – Korps Penegak Perda kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pemasang spanduk liar di Depok. Dua orang pemasang spanduk liar diringkus di Jalan M Yusuf, Sukmajaya.

Keduanya langsung didata petugas dan semua spanduk yang mereka bawa dengan sepeda motor, disita petugas. Dipastikan spanduk yang mereka pasang diam-diam pada malam hari itu tidak berizin atau ilegal.

Kasatpol PP Kota Depok, Yayan Arianto membenarkan penangkapan para pemasang spanduk liar di Sukmajaya tersebut. Ia menuturkan, dari dua pelaku yang diamankan dan didata petugas hanya satu saja yang nantinya diajukan ke pengadilan karena melakukan tindak pidana ringan (tipiring) pelanggaran Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum (Tibum).

”Sebab kasusnya jadi satu, sehingga satu orang yang akan diajukan ke pengadilan,” kata Yayan kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Grup), Senin (11/06/18).

Dalam Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum (Tibum), tambah Yayan pemasang spanduk liar atau ilegal, dianggap telah merusak estetika kota dan mengotorinya. Sehingga dianggap menganggu ketertiban umum.Mereka diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda maksimal sampai Rp 25 Juta.

”Kami harap dengan diajukan ke pengadilan menimbulkan efek jera. Juga berharap mereka atau orang yang menyuruh mereka melakukan pengurusan izin secara resmi sebelum memasang spansuk liar,” terang Yayan.

Yayan mengatakan, Satpol PP Kota Depok telah menetapkan, untuk menangkap secara langsung atau operasi tangkap tangan, bagi siapapun pemasang spanduk dan reklame liar di Kota Depok sejak April 2018 lalu. Sejak saat itu sampai kini sudah 5 orang pemasang spanduk liar berhasil di OTT Satpol PP Depok.

Mereka kemudian di data dan disita identitasnya, untuk kemudian diajukan ke meja hijau atau ke sidang Pengadilan Negeri (PN) Depok, karena telah melakukan tindak pidana ringan (tipiring).

Sebab, mereka dianggap telah melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012, tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum yang biasa dikenal dengan Perda Tibum. Pemasang spanduk liar atau ilegal, dianggap telah merusak kota dan mengotorinya, sehingga dianggap menganggu ketertiban umum.

(RD/hmi/pojokjabar)


loading...

Feeds

Libur Lebaran, TPS Liar Mulai Bermunculan di Bekasi

Pemkot Bekasi Tutup 88 TPS Liar

Sejak 2014, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah menutup 88 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dari 120 yang tersebar secara …