Dodol Betawi Depok Gurih dan Legit Hiasi Sepanjang Bulan Ramadhan

BANYAK PESANAN: Pekerja mengaduk adonan dodol Betawi di tempat pembuatan Dodol Betawi Asli Satibi di kawasan Cilodong. Dodol betawi yang menjadi makanan khas Lebaran bagi masyarakat Betawi itu dipasarkan ke wilayah Jabodetabek. Ahmad Fachry/Radar Depok

BANYAK PESANAN: Pekerja mengaduk adonan dodol Betawi di tempat pembuatan Dodol Betawi Asli Satibi di kawasan Cilodong. Dodol betawi yang menjadi makanan khas Lebaran bagi masyarakat Betawi itu dipasarkan ke wilayah Jabodetabek. Ahmad Fachry/Radar Depok

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK – Dodol merupakan ragam panganan yang selalu menjadi incaran sepanjang Bulan Ramadhan. Terlebih, di masa menjelang Hari Raya Idul Fitri. Begitupun yang terjadi di Kota Depok.

Sasaran utama pemburu dodol di kawasan Kota Depok adalah produsen Dodol Betawi dengan merek dagang Dodol Satibi, yang berlokasi di Jalan Raden Saleh, Gang Paraji, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong.

Pemilik Dodol Satibi, Kushaeti (44) mengakui, Bulan Ramadhan selalu mendatangkan lonjakan penjualan untuk usahanya. Terutama di penghujung Bulan Ramadhan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Ibarat petani, Bulan Ramadhan ibarat panennya kita,” ungkap Kushaeti kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Grup) .

Dia menjelaskan, di luar Bulan Ramadhan produksi dodolnya hanya mencapai 3 kuali perhari. Sedangkan di Bulan Ramadhan, produksi bisa meningkat menjadi 20 kuali perhari.

Bahkan, lonjakan permintaan tersebut membuatnya harus menambah personil di tempat produksi dodol miliknya. Ia pun mendatangkan tambahan karyawan dari Kabupaten Sukabumi, khusus untuk bekerja di Bulan Ramadhan.

“Pekerja yang biasanya cuma 6 orang, sampai saya tambah jadi 30 orang di Bulan Ramadhan,” katanya.

Menurut Kushaeti yang telah berjualan sejak tahun 2004 ini, peningkatan penjualan tersebut lantaran Dodol Betawi buatannya memiliki rasa lebih gurih dan legit dibanding dodol lain dipasaran.

“Ditambah, tradisi betawi yang mengajarkan untuk membawa hantaran ke rumah saudara ketika berkunjung dai Hari Raya,” jelasnya.

Untuk harga, lanjut Kushaeti, beragam berdasarkan kemasan. Yakni Rp.70.000 untuk kemasan besek dan Rp.25.000 untuk kemasan gulungan.

(RD/mg2/pojokjabar)


loading...

Feeds

Libur Lebaran, TPS Liar Mulai Bermunculan di Bekasi

Pemkot Bekasi Tutup 88 TPS Liar

Sejak 2014, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah menutup 88 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dari 120 yang tersebar secara …