Terkait Makam Bersejarah Mbah Takol, UI Perlu Kerjasama dengan Kota Depok

NYAMAN: Suasana nyaman dapat kita rasakan jika berada di makam bersejarah di Hutan UI, namun kondisi tersebut masih butuh perhatian Pemda setempat, terlebih memanfaatkan makam sebagai bangunan cagar budaya. Ahmad Fachry/Radar Depok

NYAMAN: Suasana nyaman dapat kita rasakan jika berada di makam bersejarah di Hutan UI, namun kondisi tersebut masih butuh perhatian Pemda setempat, terlebih memanfaatkan makam sebagai bangunan cagar budaya. Ahmad Fachry/Radar Depok

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK – Keberadaan makam bersejarah Syekh Abdurrahman bin Abdullah Al Maghribi atau Mbah Takol, di kawasan Universitas Indonesia (UI) Depok, menjadi perhatian berbagai pihak.

Salah satunya Sejarahwan JJ Rizal. Menurut dia, UI perlu mendata dan sama-sama menjaga aset bersejarah yang ada di Kota Depok.

Universitas Indonesia (UI), sebagian besar berada di wilayah Kota Depok, dan UI juga telah menjadi salah satu icon Kota Depok tentu perlu menjadi perhatian pemerintah terkait terdapatnya benda bersejarah di Kota Depok.

Menurutnya, UI mesti bekerjasama dengan Kota Depok. Khususnya mendata Benda Cagar Budaya yang ada di Kota Depok, sehingga semua aset yang ada di Kota Depok bisa terdata.

Makam Bersejarah di Hutan UI Depok Tak Terawat

Berdasarkan Undang-Undang tentang Benda Cagar Budaya (BCB), nomor 5 tahun 1992 disebutkan, Semua benda cagar budaya dikuasai oleh negara, dan pengelolaan benda cagar budaya dan situs adalah tanggung jawab pemerintah.

“Ini amanat Undang-Undang pemerintah harus bertanggung jawab untuk mendata BCB yang ada di Kota Depok. Jadi perlu adanya dinas baru dalam mendata sejarah,” kata JJ Rizal kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (16/05/2018).

Menurutnya, fungsi dari Dinas yang membidangi bangunan bersejarah nantinya akan mendata BCB yang ada mulai dari asal usul, silsilah, dari BCB.

“Kalau sekarang kan kita masih bingung, ini makam siapa, bangunan apa, bagaimana kita mau merawat, tahu saja tidak,” kata JJ Rizal.

Sementara itu, menurutnya, bangunan yang sudah jelas asal usulnya dan silsilahnya saja masih banyak yang terbengkalai, bagaimana yang sama sekali belum terdata asal usulnya. “Yang sudah jelas saja dibiarkan tak terawat, apalagi yang belum terdata,” kata JJ Rizal.

(RD/rub/pojokjabar)


loading...

Feeds

Kegiatan Alfamart Class. (ist)

Alfamart Class Hadir di Sejumlah SMK

DALAM rangka ulang tahun ke-19 Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya gelar pelatihan pemasaran di sejumlah sekolah kejuruan. Kegiatan tersebut serempak …