DLHK Depok Cek 2.305 Pohon, Tebang Pohon Dipenjara Tiga Bulan!

DILAKUKAN PENGAWASAN: Sejumlah kendaraan saat melintas di dekat pepohonan yang berada di kawasan Jalan Margonda Raya. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok rutin melakukan pengecekan pohon di area jalan protokol. Ahmad Fachry/Radar Depok

DILAKUKAN PENGAWASAN: Sejumlah kendaraan saat melintas di dekat pepohonan yang berada di kawasan Jalan Margonda Raya. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok rutin melakukan pengecekan pohon di area jalan protokol. Ahmad Fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Cuaca di Kota Depok yang sulit diprediksi membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok, sering-sering keliling mengecek pohon besar. Diketahui saat ini, ada sedikitnya 79 pohon mati dari 2.305 pohon.

“Kami melihat kondisi kesehatan pohon yang terdata di DLHK,” kata Sekretaris DLHK Depok, Ridwan, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Minggu (22/04/2018).

Pengecekan kesehatan pohon dilihat dari ranting pohon dan kondisi tanah. Pohon yang banyak rantingnya tidak bagus dan cukup bahaya jika rubuh. “Kami bisa memprediksi dari ranting kesehantan. Kalau pohon rawan tumbang itu bisa diprediksi dengan mengunakan alat,” katanya.

Alat memprediksi pohon rawan tumbang bisa diukur dari berbagai faktor. Menurut dia, DLHK bisa melakukan itu dengan bekerjasama dengan pihak IPB. “Namun, untuk mendekteksi pohon rawan tumbang satu pohon memakan biaya Rp2 juta,” terangnnya.

Menurutnya, kalau untuk merawat pohon dan mendeteksi dengan jumlah pohon di Depok ada 2.000 lebih, cukup besar biaya untuk perawatan pohon di Depok. Jumlah pohon berdasarkan data di DLHK Depok khusus di ruas jalan raya. Seperti di Jalan Bahagia ada 54 pohon, Jalan Proklamasi 659, Jalan Merdeka 334, Jalan Juanda 426, Jalan Margonda 310, Tanah Baru 356, dan Jalan Kelapa Dua 126.

loading...

Feeds