Tolak Eksekusi Harga Mati! 1.820 Pedagang Begadang Jaga Pasar Kemirimuka

SIAGA: Sejumlah pedagang berkumpul saat berada di posko yang mereka buat untuk siaga menjelang eksekusi lahan Pasar Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Rabu (18/4/18) malam. Ahmad Facry/Radar Depok

SIAGA: Sejumlah pedagang berkumpul saat berada di posko yang mereka buat untuk siaga menjelang eksekusi lahan Pasar Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Rabu (18/4/18) malam. Ahmad Facry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Kondisi keamanan di Pasar Kemirimuka semakin memanas. Selasa (17/4/18) para pedagang sudah membangun empat posko keamanan. Sedari pagi hingga malam ribuan pedagang sudah siap sesiaga dengan tekad, menggagalkan eksekusi Pasar Kemirimuka oleh Pengadilan Negeri Kota Depok.

Pantuan Radar Depok (Pojoksatu.id Group) dilapangan, hingga malam hari pedagang dan warga menyatu. Satu persatu mulai berdatangan. Sebagian aktifitas jual beli juga masih berlangsung. Pedagang dan warga merampungkan kekuatan dengan menebar sejumlah spanduk menolak eksekusi.

“Pedagang Tolak Elsekusi,” kata Koordinator Pedagang Pasar Kemirimuka, Widodo kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (18/04/2018).

Widodo mengatakan, pedagang membangun empat posko dan akan berjaga sampai Jumat (20/4/18). Karena jadwal eksekusi belum jelas, yang jelas dari sekarang (kemarin) kami sudah berjaga-jaga,” tegas Widodo menggebu-gebu.

Menurut Widodo, ada 1.820 pedagang menolak eksekusi yang akan dilakukan PN Depok. Dibuktikan dengan tanda tangan pedagang di kain putih yang terpampang di Posko Pedagang Pasar.

Widodo mengaku, lepas tangan jika saat pelaksanaan eksekusi akan ricuh. Karena itu merupakan aspirasi pedagang, dan akan mempertahankan sesuai kehendak pedagang. “Saya lepas tangan, karena tidak menutup kemungkinan akan ricuh,” tuturnya.

Pedagang meminta agar Pasar kemirimuka tetap dikelola ke pemerintah Kota Depok, dan menolak dikelola PT Petamburan Jaya Raya (PJR).

“Kami juga selama ini bayar retribusi pasar kok ke UPT Pasar Kemirimuka, seenak-enaknya dikelola swasta lebih enak dikelola pemerintah,” kata Widodo.

loading...

Feeds