Sidang Lanjutan First Travel: Jaksa Minta Restoran di Inggris Disita

SIDANG LANJUTAN FIRSIRSIRST TRARAVEL: Salah satu jamaah First Travel, Abdul Salam (kiri), memberikan keterangan kepada JPU saat sidang lanjutan kasus First Travel dengan agenda keterangan saksi meringankan dari ketiga terdakwa Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Senin (16/4) lalu. Ahmad Fachry/Radar Depok

SIDANG LANJUTAN FIRSIRSIRST TRARAVEL: Salah satu jamaah First Travel, Abdul Salam (kiri), memberikan keterangan kepada JPU saat sidang lanjutan kasus First Travel dengan agenda keterangan saksi meringankan dari ketiga terdakwa Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Senin (16/4) lalu. Ahmad Fachry/Radar Depok

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK – Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan permintaan kepada Majelis Hakim untuk menyita restoran bernama Nusa Dua di London, Inggris. Restoran itu diketahui sebelumnya bernama Golden Day.

Tetapi, setelah Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya Anniesa Hasibuan tertarik berinvestasi di Golden Day, restoran itu berubah nama.

“Berdasarkan ketentuan Pasal 81 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang, kami mintakan kepada majelis hakim untuk disita jadi barang bukti dalam perkara ini,” ujar Jaksa L Tambunan usai sidang lanjutan kasus First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Senin (16/04/2018).

Menurut Tambunan, Usya Soemiarti Soeharjono selaku pengelola restoran itu telah memberikan kuasa kepada jaksa penuntut umum. Namun, Tambunan mengakui bahwa pihaknya harus menghormati aturan hukum yang berlaku di Inggris.

“Kami di sana itu tidak bisa melakukan penyitaan langsung, karena kan kepemilikannya berdasarkan hukum Inggris. Karena rezim hukumnya berbeda. Kita harus tunduk pada prosedur hukum acaranya negara Inggris,” ujar Tambunan.

Baca Juga: Sidang Lanjutan, Bos First Travel Hadirkan Saksi

Dengan demikian, jaksa penuntut umum terlebih dulu mengambil alih hak kegiatan berusaha restoran itu dari Usya. “Nah kami mengambil praktisnya saja. Pemilik yang atas namanya itu kami minta serahkan ke kita, jadi lebih sederhana kan,” kata dia.

Sebelummya Usya mengonfirmasi bahwa Andika dan Anniesa tertarik berinvestasi di restoran tersebut. Namun, harga awal yang ditawarkan dirasa sangat mahal yakni 500.000 poundsterling atau sekitar Rp10 miliar.

Setelah ditawar, harga akhirnya menjadi 280.000 poundsterling atau sekitar Rp5,6 miliar. Setelah sepakat dengan harga, Andika mengirim uang deposit ke Usya sebesar 5.000 poundsterling atau sekitar Rp10 juta sebagai uang muka.


loading...

Feeds