5 Fakta Wanita Tusuk Guru Ngaji, Nomor 3 Momen Paling Parah

Pelaku penusukkan terhadap Ustad Abdurrahman diamankan warga Bumi Sawangan Indah, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (11/3). Entah apa alasannya, Vivi tiba-tba menyerang korban ketika saat salat subuh (Ist/Jawapos.com)

Pelaku penusukkan terhadap Ustad Abdurrahman diamankan warga Bumi Sawangan Indah, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (11/3). Entah apa alasannya, Vivi tiba-tba menyerang korban ketika saat salat subuh (Ist/Jawapos.com)

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK – Jamaah Masjid Darul Muttaqin di Blok B3, Perumahan Bumi Sawangan Indah I, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, dikejutkan dengan peristiwa penusukan terhadap salah satu jamaah bernama Abdul Rachman (52), pada Minggu (11/3) pukul 04.42 WIB. Akibatnya leher dekat pipi bagian kanannya terluka.

Berikut ini beberapa fakta terkait penusukan jamaah Masjid Darul Muttaqin yang berhasil dihimpun Pojokjabar.com:

1. pelakunya perempuan

Pelaku penyerangan terhadap Ustaz Abdurrahman bernama Silvia Mardina alias Vivi warga blok B kompleks tersebut (Perumahan Bumi Sawangan Indah, red).

Baca juga: Salat Subuh di Masjid, Guru Ngaji di Depok Ini Ditusuk Wanita

Vivi merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Diduga ia mengalami gangguan jiwa. Menurut warga setempat, gelagat stres pelaku sering terlihat dari kebiasaan Vivi yang kerap mondar-mandir perumahan tersebut dengan tampilan nyeleneh.

“Dia sering mondar-mandir di perumahan ini, bawa tas kecil, dandanannya menor,” ungkap tetangga pelaku, Choirun di Bumi Sawangan Indah, Depok, Jawa Barat, Minggu (11/3).

2. dapat bisikan ghaib

Vivi juga kerap mengganggu warga sekitar. Banyak pria di perumahan itu dipukul oleh pelaku tanpa alasan yang jelas.

Baca juga: Ini Dia Wanita yang Tusuk Guru Ngaji Saat Salat Subuh

“Dia sering mukul warga sini terutama sasarannya para pria. Alasan tidak jelas,” lanjut Choirun.

Bahkan cerita mengejutkan lain turut diungkapkan Choirun. Saat itu pernah tetangganya sesekali bertanya kepada Vivi terkait motifnya melakukan pemukulan terhadap orang-orang.

“Katanya, dia (Vivi) dapat bisikan gaib kalau dirinya menerima wahyu untuk memukul,” tegas Choirun.

Baca juga: Begini Pengakuan Wanita yang Tusuk Ustaz Saat Salat Subuh

Choirun menerangkan bahwa selama ini Vivi kerap melakukan pemukulan dengan tangan kosong, maka dirinya merasa terkejut ketika mendengar Vivi menyerang Ustad Abdurrahman menggunakan senjata tajam.

Keterangan serupa juga diungkap oleh kakak ketiga pelaku, Lola Indriani. Ia mengaku terkejut jika adiknya tersebut menyerang menggunakan senjata tajam. Lola juga membenarkan jika Vivi kerap kali mengaku mendengar bisikan gaib sebelum beraksi.

3. kejadian tepat saat mau salat

Salah seorang saksi mata, Rahman Suwandi mengatakan, Abdurahman ditusuk oleh jamaah wanita bernama Vivi.

Ketika itu, korban hendak salat di saf pertama. Tak lama setelah imam mengangkat tangan dan bertakbir, tiba-tiba pelaku menyerang dari belakang.

“(Kejadiannya) pas banget mau salat,” ujar dia kepada wartawan ditemui di lokasi kejadian.

Selepas ditikam, korban langsung tersungkur dan segera dibopong warga sekitar.

4. korban mengaku anaknya teriak memanggil korban saat kejadian

Abdul Rachman mengatakan, seperti biasa ia bersama anaknya, Muhammad Rifki (12) hendak salat Subuh berjamaah di Masjid Darul Muttaqin. Pada saat itu, ia mengambil posisi saf sebelah kanan.

“Waktu mau takbir, anak saya berteriak memanggil saya,” kata Abdul Rachman kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Minggu (11/03/2018).

Abdul Rachman yang dikenal sebagai guru ngaji anak-anak mengungkapkan, saat mendengar teriakan anaknya ia menoleh ke arah kanan dan melihat pelaku memegang pisau serta mencoba menusuknya. Akhirnya, korban terkena tusukan di bagian samping leher sebelah kanan dekat pipi.

5. korban sebelumnya pernah didatangi pelaku

Abdul Rachman mengaku, beberapa hari lalu sempat menegur pelaku yang tinggal di Blok D BSI. Saat itu pelaku kerap memarahi anak kecil dan meludahi warga sekitar yang lewat di depannya tanpa sebab musabab permasalahannya. Sebagai pengurus lingkungan sudah selayaknya dia memberikan teguran agar pelaku tidak melakukan hal itu.

“Bahkan, semalam pelaku sempat mendatangi rumah kami, namun tidak kami temui,” terang Abdul Rachman yang juga menjabat sebagai Ketua RT. Setelah menutup gerbang, lanjut Abdul Rachman pelaku sempat datang kembali, tetapi dia meminta pelaku agar pulang kembali karena hari sudah larut malam.

(mar/rd/jpc/pojokjabar)


loading...

Feeds

Pepen saat meninjau sejumlah tempat di Mustika Jaya (ist)

Pepen Peringati Sejumlah Pejabat

WALI Kota Bekasi Rahmat Effendi menjawab tindak lanjut Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Jakarta Raya Noreg 0617/IN/VII/2018/JKR, dengan …