Tersangka Perampok dengan Modus Perempuan Jadi Umpan di Depok Bertambah

JANGAN DITIRU: Para pelaku perampokan dengan kekerasan bertambah enam orang. Total ada 13 pelaku yang kini menjadi tersangka diamankan Polresta Depok, Kamis (22/2/18). Irwan/Radar Depok

JANGAN DITIRU: Para pelaku perampokan dengan kekerasan bertambah enam orang. Total ada 13 pelaku yang kini menjadi tersangka diamankan Polresta Depok, Kamis (22/2/18). Irwan/Radar Depok

Cari Aman

POJOKJABAR.com, DEPOK – Pengembangan kasus penyelidikan perampokan dengan kekerasan terhadap Toni Setiawan, warga Kelurahan Depok Pancoranmas, akhirnya membuahkan hasil. Jajaran Polresta Depok, kembali menangkap enam orang pelaku di tempat berbeda.

Yakni Revi (24), Muad (23), Ilham Fajar(23), Nova (22), Krisma (19), dan Intan (23). Sebelumnya, polisi juga telah mengamankan tujuh tersangka, yaitu D (17), F (16), Zulfikar (29), Ali Usman (30), Ayub (38), Setiawan alias Wawan (32), dan Karin (19).

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (13/2/18) sekitar pukul 23.00 WIB. Bermula saat Krisma dan Intan mengajak Toni Setiawan (korban) untuk bertemu. Kemudian, korban diminta mengantarkan Karin (pelaku perempuan) di kawasan Sukmajaya.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana menyebutkan, kasus perampokan yang disertai kekerasan ini tampaknya sudah direncanakan. Apalagi para pelaku mempunyai peran masing-masing dalam aksi kejahatan itu.

“Total tersangka menjadi 13 orang. Mereka ditangkap di berbeda-beda tempat,” ungkap Putu kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Kamis (22/02/2018).

Kasus ini lanjut Putu, menjadikan perempuan sebagai umpan. Kemudian pelaku melakukan penganiayaan hingga mengambil barang berharga milik korban.

“Pelaku perempuan ini jadi umpan. Awalnya Krisma dan Intan mengajak Toni ketemu, kemudian Toni diminta mengantarkan Karin pulang. Saat itu korban memakai motor Honda Beat warna hitam,” tutur Putu.

Namun, ketika baru tiba di Jalan Grand Depok City (GDC), Toni diminta berhenti oleh Karin. Kemudian ada pelaku lain menghampiri dan memegang Toni, selanjutnya dia dipukuli menggunakan batang bambu.

“Korban dihentikan dua pelaku, yaitu D dan F. Pelaku D yang membawa batang bambu langsung memukul korban. Sementara pelaku F merebut handphone milik korban,” terang Putu.

Korban yang ketakutan, melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor Honda Beat miliknya di lokasi kejadian. Pelaku selanjutnya, mengambil sepeda motor korban dan menjualnya. “Untuk pelaku D dan F masih dibawah umur,” kata Putu.

Hasil perampokan, handphone dan motor dijual pelaku. Berdasarkan keterangan pelaku bernama Izul alias Zulfikar bahwa sepeda motor sudah dijual kepada Ali Usman. Namun, dari tangan Ali Usman dijual lagi ke Ayub dan motor hasil curian itu diserahkan kepada Setiawan alias Wawan.

”Selanjuntnya, motor itu dijual oleh Wawan sebesar Rp2.500.000. Dan kini sudah diamankan di Polresta Depok guna penyelidikan lebih lanjut,” pungkas dia.

(RD/irw/pojokjabar)


loading...

Feeds