Abu Tours Tahan Paspor Jamaah, Imigrasi Depok: Itu Melanggar Aturan

KONDISI TERKINI: Tampak terlihat Kantor Abu Tours & Travel di Jalan Cinere Raya, selasa (13/2/18). Ahmad fachry/Radar Depok

KONDISI TERKINI: Tampak terlihat Kantor Abu Tours & Travel di Jalan Cinere Raya, selasa (13/2/18). Ahmad fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Travel Abu Tours di Jalan Cinere Raya, Nomor 102e, Kecamatan Cinere mesti dengar ini. Jika masih menahan paspor jamaah tanpa alasan, Imigrasi Depok menyebutkan itu sudah melanggar aturan.

Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kota Depok, Dadan Gunawan mengatakan, penahanan paspor bagi jamaah Abu Tours memang tidak boleh dilakukan secara sepihak, karena paspor merupakan barang milik Negara.

“Tidak boleh ditahan secara sepihak, karena itu milik Negara,” kata Dadan kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (13/02/2018).

Sementara, terkait penahanan yang dilakukan Travel Abu Tours harus ada kesepakatan, yang dilakukan antara pihak travel dan jamaah. “Dalam kasus Travel Abu Tours kita perlu mengetahui perjanjian yang dilakukan kedua belah pihak,” jelas Dadan.

Menurutnya, jika ditahan karena akan menjalankan proses keberangkatan jamaah itu diperbolehkan, karena untuk menerbangkan jamaah memang dibutuhkan paspor sebagai salah satu syarat jamaah umrah.

“Kalau untuk persyaratan umrah berdasarkan kesepakatan awal itu diperbolehkan,” ujar Dadan.

Selain itu, menurut Dadan jika terjadi permasalahan seperti yang terjadi saat ini di Travel Abu Tours, seperti menahanan dan pengembalian paspor apakah diatur dalam kesepakatan awal. Sehingga proses pengembaliannya biasanya ada perjanjian antara pihak Travel Abu Tours dan jamaah.

“Jika ada masalah, dan jamaah minta pengembalian dokumen juga biasanya diatur dalam perjanjian awal. Tapi jika itu, memang ditahan tanpa ada alasan yang jelas baru itu yang melanggar,” tegas Dadan.

Terpisah, Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tongam L Tobing mengatakan, masyarakat jangan mendaftar ke travel umrah dengan mengadakan promo yang biayanya di bawah biaya standar. Karena kemungkinan berangkat sangat kecil. “Kalaupun berangkat berarti disubsidi dari uang jamaah lainnya,” papar Tongam.

loading...

Feeds