Mengidap Penyakit AIDS, Belasan LGBT di Depok Meninggal

Ilustrasi Kaum LGBT./Foto: Istimewa

Ilustrasi Kaum LGBT./Foto: Istimewa


Dari jumlah itu, sebanyak pasien 42 mengidap hetroseksual antara lain, hubungan sesama jenis dan berhubungan banyak pasangan. Kepala seksi Pelayanan Medis RSUD Kota Depok, Dayu Satriani mengatakan, penderita Aids menidap dari hetroseksual ini tercatat selam kurun waktu empat tahun. Dari jumlah itu bukan hanya warga Depok saja melainkan ada warga luar Depok yang berobat di RSUD Depok.

“Penderita Aids yang berobat di RSUD Depok ada dua warga Depok yang meningal dunia. Satu pasein berobat sejak 2015 dan satu pasien berobat di RSUD kondisinya sudah parah, mereka meningal di 2017,” beber Dayu, kepada Radar Depok di gedung RSUD Depok Kecamatan Sawangan, jumát (12/1/18).

Dayu mengatakan, para pasein yang berobat di RSUD mereka dari berbagai daerah bukan hanya dari Depok. Mereka yang berobat dari luar kota ini, karena ingin berobat bukan di kota tempat tinggal, alasanya malu dan sebagainya.

“Warga Depok juga begitu, kadang konsultasi di RSUD, berobat di luar kota,” kata dia. Terlebih lagi, untuk mengetahui menderita Aids atau tidak, Dinkes Depok lanjut dia, telah memberikan fasilitas di Puskesmas Cipayung, Cimanggis, dan Puskesmas Sukmajaya.

“Namanya Poli Voluntary Counseling and Testing (VCT). Ruanganya dibuat khusus,” kata dia.

Ia menambahkan, penderita Aids ini sebenarnya tidak bisa sembuh. Namun, penderita diwajibkan untuk rajin berobat Aids di rumah sakit yang biasa didatangi. Meski begitu, penyakit Aids ini adalah suatu penyakit yang menyerang daya katahanan tubuh penderita. Sehingga rentan terkena penyakit.

“Obatnya anti virus saja, ini bukan untuk menyebutkan penyakit. Anti virus ini bisa penderita Aids hidup normal,” kata dia.

(RD/ina/irw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds