Angka Kematian Ibu Melahirkan di Kota Depok Meningkat

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, DEPOK – Tingkat kematian ibu dan melahirkan di Kota Depok tiap tahunnya terus meningkat. Dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, di 2015 ada 14 kematian ibu melahirkan, dari jumlah 40.186 kelahiran hidup.

Sedangkan di 2016 tercatat 16 kematian saat melahirkan dari total 41.817 kelahiran hidup. “Kenaikanya tidak banyak. Hanya dua kematian saat melahirkan anak di berbagai rumah sakit di Depok,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Depok, May Haryanti, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jumát (12/01/2018).

Untuk jumlah kematian ibu melahirkan di 2017, sebut May diperkirakan naik. Tapi, belum tahu pasti jumlah angkanya. Untuk data realnya masih tahapan validasi data, karena data tersebut dari rumah sakit yang ada di Kota Depok.

“Masih menunggu laporan dari rumah sakit. Kemungkinan naik tapi belum fix karena masih divalidasi ya,” beber May.

Melihat kondisi angka kematian ibu melahirkan naik, Dinkes Depok bertekat menekan kematian ibu dan anak. “Menekan angka kematian ibu melahirkan dan anak. Kami bersinergi dengan DPAPMK dan TP PKK Depok melalui para kader,” ulas May.

Langkah penekanan angka kematian anak dan ibu sambung May, Dinkes Depok meningkatkan pelayanan petugas kesehatan di Puskesmas dengan mengoptimalkan pelayanan kepada bidan dan dokter swasta di Depok.

“Kami juga membina rumah sakit swasta. Termasuk pelayanan peningkatan inu hamil,” ucapnya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Kurniawan mengatakan, perlu adanya penyuluhan masif hingga tingkat RT. Sehingga calon ibu bisa antisipasi saat mengandung apa yang harus dilakukan.

“Perlu diberikan penyuluhan di tingkat RT,” kata Rudi.

Melihat grafik angka kenaikan kematian anak dan ibu saat melahirkan tidak signifikan, tapi ini akan selalu menjadi catat bagi kesehatan Depok untuk waspada.

“Meski kondisi Depok warganya terus bertambah, kemungkinan ini salah satu faktornya,” tandas dia.

(RD/irw/pojokjabar)

loading...

Feeds