Barang Bukti KPS Pandawa Dilelang, Bos Pandawa Divonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 200 Miliar

VONIS KSP PANDAWA: Terdakwa pimpinan KSP Pandawa Mandiri Group, Salman Nuryanto di mobil tahanan usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Senin (11/12/17). Ahmad Fachry/Radar depok

VONIS KSP PANDAWA: Terdakwa pimpinan KSP Pandawa Mandiri Group, Salman Nuryanto di mobil tahanan usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Senin (11/12/17). Ahmad Fachry/Radar depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Rentetan persidangan kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi fiktif berkedok koperasi simpan pinjam Pandawa Mandiri Gorup (Pandawa Group), berakhir senin (11/12/17).

Di sidang ke-25, Majelis Hakim yang diketuai Yulinda Trimurti Asih dengan hakim anggota Y.F Tri Joko dan Sri Rejeki Marsinta, memvonis Bos Pandawa Dumeri alias Salman Nuryanto hukuman penjara selama 15 tahun, dengan denda Rp200 Miliar atau kurungan 6 bulan penjara.

Jelas, vonis tersebut lebih tinggi dari tuntutan jaksa di sidang sebelumnya. Yang lebih kerennya lagi, semua barang bukti akan disita selanjutnya dilelang dan diserahkan kepada negara.

“Dengan menimbang dakwaan dan tuntutan penuntut umum, Majelis Hakim mengadili Dumeri alias Salman Nuryanto dengan hukuman penjara selama 15 tahun dengan denda Rp200 Miliar atau kurungan 6 bulan penjara,” ungkap Ketua Majelis Hakim Yulinda Trimurti Asih yang didampingi Hakim anggota Y.F Tri Joko dan Sri Rejeki, dibarengi dengan ketukan palu sebanyak satu kali saat membacakan amar putusannya, dii Ruang Garuda PN Kota Depok, Senin (11/12/17).

Diluar persidangan, ratusan aparat keamanan gabungan dari TNI, Polri bersenjata lengkap dibantu Kemanan Dalam PN Kota Depok berjaga mulai dari depan kantor, dalam gedung hingga diruang sidang.

Pengamanan tersebut dilakukan, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Mengingat, ribuan nasabah sekaligus korban Pandawa Group memenuhi seisi gedung PN Kota Depok ingin mendengarkan hasil keputusan Majelis Hakim.

Meskipun Majelis Hakim memutuskan hukuman yang lebih tinggi dari tuntutan JPU terhadap Dumeri alias Salman Nuryanto, keriuhan tetap terjadi di luar persidangan. Ribuan nasabah seketika riuh dan membuat majelis hakim berulang kali menegur dan mengetukkan palu sidangnya, untuk menertibkan para pengunjung sidang tersebut.

Keriuhan tersebut dipicu karena ungkapan majelis hakim yang mengatakan kalau seluruh aset Pandawa yang dijadikan barang bukti dalam kasus pidana tersebut disita. Selanjutnya dilelang, dan nantinya hasil lelang tersebut akan diserahkan kepada negara sebagai kas negara.

Loading...

loading...

Feeds