Inflasi Kota Depok Teringgi ke Tiga di Jabar

Ilustrasi Inflasi

Ilustrasi Inflasi

POJOKJABAR.com, DEPOK – Kota Depok kota yang paling tinggi ketiga dalam memberikan angka inflasi di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Berdasarkan data Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat, Depok berada di angka 3,8 persen.

Direktur Eksekutif Bank Indonesia Wilayah Jabar, Wiwik Sisto mengatakan, penyebab Depok penyumbang inflasi ini, karena tingginya masyarakat Depok mengkonsumsi beras serta cabai. Sedangkan komoditas lainnya adalah telur ayam dan bawang merah.

Kota Depok ini berada pada angka 3,8 persen. Berdasarkan angka tersebut, Depok menjadi penyumbang ke tiga terbesar di Jawa Barat setelah Bandung dan Bekasi. “Ini artinya Depok adalah salah satu kota yang inflasinya memberi pengaruh besar terhadap Jawa Barat.

Walikota Depok, Mohammad Idris menjelaskan, inflasi di Kota Depok bukan termasuk inflasi yang memberikan efek besar.

Misalkan, seperti menjadi pemicu terjadinya kenaikan harga barang dan kebutuhan hingga mengakibatkan pengangguran. “Bukan inflasi itu yang dimaksud, tapi ini dalam hal pangan saja tidak sampai hal tersebut,” ungkapnya.

Dia juga memaparkan Kota Depok penyumbang inflasi terbanyak ialah beras dan cabai merah. Hal itu, lanjut Idris, akibat budaya. Sebab, beras sebagai kebutuhan pokok.

Selain itu, kata Idris Depok sendiri termasuk kota yang ditempati berbagai macam etnis. Hal ini juga yang membuat cabai menjadi komoditi penyumbang inflasi setelah beras.

“Untuk itu, kita butuh inovasi dari semua pihak untuk mengalihkan kebutuhan tersebut tidak lagi memberikan inflasi. Harus ada terobosan baru,” tutupnya.

Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis BPS Kota Depok, Bambang Pamungkas mengatakan, Kota Depok jika dibandingkan dengan indeks harga konsumen (IHK) pada Maret 2017 naik 0,22 persen.

Namun, jika dibandingkan dengam IHK Desember 2016 naik 1,70 persen. “Kalau dibandingkan IHK satu tahun kebelakang naik sebesar 4,09 peraen,” tuturnya.

(radar depok/irw)

Loading...

loading...

Feeds