Pengamat: Lonjakan Penduduk Kota Depok Beban Baru

Tampak terlihat dari atas pemukiman penduduk Kota Depok.

Tampak terlihat dari atas pemukiman penduduk Kota Depok.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Kota Depok kehadiran 73.710 jiwa penduduk baru di 2016. lalu siapkah kota berjuluk Frendly City ini menghadapinya. Menurut Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia, Lisman Manurung mengatakan, hal tersebut akan menjadi beban baru bagi Kota Depok.

Kebijakan yang dibuat Pemerintah Kota Depok, menurutnya belum mampu untuk menanggulangi kepadatan penduduk di Kota Depok. “Salah satunya dari segi transportasi, pemkot depok masih setengah setengah,” katanya kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (05/09/2017).

Lisman mencontohkan, penerapan kebijakan rute transjakarta. Menurutnya hal tersebut masih belum dapat dimaksimalkan oleh Pemerintah Kota Depok. Padahal, lanjutnya, bila memperbaiki sektor transportasi turut membantu menyumbang APBD Kota Depok.

“Coba saja transjakarta bisa masuk kampus UI misalnya, itu kan bisa menjadi keuntungan juga, dan menjadi sumber pendapatan APBD juga,” lanjut Lisman.

Tak hanya itu, persoalan kemacetan di Kota Depok pun menjadi contoh lain. Kebijakan untuk mengatasi kemacetan yang semakin mengular juga dianggap belum siapnya Pemerintah Kota Depok menghadapi laju pertumbuhan penduduk. “Pemkot Depok harus bisa bersinergi misalnya dengan perguruan tinggi, untuk mengembangkan jaringan kebijakan,” beber Lisman.

Lebih jauh, Lisman mengatakan, jika dilihat dari sisi lapangan pekerjaan, Pemerintah Kota Depok juga harus mampu merangkul pelaku usaha untuk menularkan jiwa enterpreneurship kepada usia produktif di Kota Depok.

Loading...

loading...

Feeds