Pemkot Depok Koordinasi dengan KCJ tentang Fasilitas Publik

DIKELUHKAN : Penumpang sedang menunggu KRL Commuterline di tempat duduk yang terlihat seperti jemuran di Stasiun Depok Baru, Depok. Model Bangku ini dinilai tak nyaman jika diduduki oleh para penumpang terutama lansia dan anak-anak.
Foto:Ahmad Fachry/Radar Depok

DIKELUHKAN : Penumpang sedang menunggu KRL Commuterline di tempat duduk yang terlihat seperti jemuran di Stasiun Depok Baru, Depok. Model Bangku ini dinilai tak nyaman jika diduduki oleh para penumpang terutama lansia dan anak-anak. Foto:Ahmad Fachry/Radar Depok


Dalam penyusunan Perda ramah lansia, pihaknya memadukan idealisme birokrat dan pihak ademis dengan tidak menacu kepada PBB, tidak meninggalkan idealisme PBB, serta mengacu norma dan aturan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Idris mengatakan, diantara idealisme PBB transportasi publik harus mendukung ramah lansia, namun dalam pelaksanaan pihaknya tidak semudah Inggris yang telah menyediakan zona lansia. Dia mencontohkan, di negara tersebut telah tersedia zona taman bermain untuk lansia, sedangkan di Kota Depok belum memiliki hal tersebut.

“Jangankan taman lansia, taman untuk bermain anak Depok masih kurang sehingga pelaksanaanya secara bertahap,” ucap Idris.

Idris mengakui, masih ada beberapa faslitias yang dibenahi Pemkot Depok. Diantaranya trotoar dan jembatan untuk lansia. Tinggi jembatan untuk ramah lansia maksimal tingginya 15 centimeter.

Selain itu, Pemkot ingin mewujudkan tranpsort publik untuk pelajar, ASN sehingga dapat mengurangi jumlah kendaraan, guna mengurangi tingkat kemacetan.

“Kami akan terus berkoodinasi dengan pihak lain guna mewujudkan Depok ramah lansia,” tutup Idris.

(radar depok/dic)

Loading...

loading...

Feeds