Penanganan Anjal di Kota Bogor Masih Terkendala Tempat Singgah

PERINGATAN: Plang bebas PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial) dipasang di berbagai tempat Kota Bogor Jumat (20/01/2017). FOTO : Nelvi / Radar Bogor.

PERINGATAN: Plang bebas PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial) dipasang di berbagai tempat Kota Bogor Jumat (20/01/2017). FOTO : Nelvi / Radar Bogor.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Masih adanya anak jalanan di beberapa sudut Kota Bogor, membuat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor harus kerja lebih ekstra.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bogor, Nong Maesaroh mengatakan, selama tahun 2016 ada 133 anak jalanan (anjal) yang terjaring razia Satpol PP.

Jumlahnya, kata dia, menurun dari tahun sebelumnya yang berjumlah 140 orang. Lebih lanjut ia mengatakan, anjal yang terjaring itu bukan hanya dari Kota Bogor tapi didominasi dari daerah lain.

“Ada dari Sukabumi dan Cianjur. Mereka nongkrong di sekitar Taman Topi dan Stasiun. Rata-rata, masih mempunyai keluarga dan sekolah,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Menurut dia, Dinsos Kota Bogor hanya mengakomodir sehingga dinsos daerah asal mereka yang melakukan pembinaan. Kebanyakan, sambung dia, anjal dari Kecamatan Ciomas, Tamansari, Dramaga, dan Ciawi.

Ia menambahkan, modus yang dilakukan mengamen, berjualan tisu, air mineral dan lain-lain.

“Alasannya untuk membantu orang tuanya. Tapi, banyak juga yang uangnya untuk digunakan game,” ujarnya.

Namun, menurutnya ada sebagian anjal yang memang diawasi oleh orantuanya dari kejauhan. Ia pun sempat menangani orang tua yang kedapatan mengeksploitasi anak di bilangan jalan warung jambu.

Dirinya berharap, ada dari LBH (Lembaga Bantuan Hukum) ketika terjadi lagi peristiwa serupa.

“Sempat ketika terjaring malah orang tuanya tidak mau mengakuinya sebagai anak. Jika dilanjutkan ke perlingungan anak maka dia sudah terjerat hukum, karena telah mengeksploitasi,” paparnya.

loading...

Feeds