Tak Tanggung-tanggung, Delapan Nasabah Koperasi Pandawa Depok Lapor Polisi

LAPORKAN: Salah seorang nasabah, Diana Ambarsari bersama suami usai membuat laporan di Polresta Depok, terkait dengan investasi Pandawa Mandiri Gruop, Kamis (19/01/2017). FOTO : Dicky / Radar Depok.

LAPORKAN: Salah seorang nasabah, Diana Ambarsari bersama suami usai membuat laporan di Polresta Depok, terkait dengan investasi Pandawa Mandiri Gruop, Kamis (19/01/2017). FOTO : Dicky / Radar Depok.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Kenapa nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group (PMG) jumlahnya ribuan jiwa, dan nilai invetasinya bisa teriliunan.

Satgas Waspada Investasi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menduga, investasi yang dipimpin Salam Nuryanto ini menggunakan skema Ponzi.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing menjelaskan, modus investasi yang dijalankan Pandawa menggunkan skema Ponzi.

Ponzi merupakan investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang sendiri. Atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya.

Ini bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini.

Skema Ponzi biasanya, kata Tongam membujuk investor baru dengan menawarkan keuntungan yang lebih tinggi, dibandingkan investasi lain.

Dalam jangka pendek dengan tingkat pengembalian yang terlalu tinggi atau luar biasa konsisten, maka siapa saja akan tergiur.

Kelangsungan dari pengembalian yang tinggi tersebut membutuhkan aliran yang terus meningkat, dari uang yang didapat dari investor baru untuk menjaga skema ini terus berjalan.

“Ada dugaan skema Ponzi. Karena mereka mendapatkan bonus jika mereka melampaui target tertentu,” terangnya hanya kepada Harian Radar Depok, Kamis (19/01/2017).

loading...

Feeds