Enam Pijat Plus-Plus di Kota Depok Ditutup Satpol PP

TIDAK BEROPERASI: Salah satu panti pijat refleksi di Jalan Kalimulya Kecamatan Cilodong, telah ditutup Satpol PP Kota Depok, beberapa waktu lalu. FOTO : Dicky / Radar Depok.

TIDAK BEROPERASI: Salah satu panti pijat refleksi di Jalan Kalimulya Kecamatan Cilodong, telah ditutup Satpol PP Kota Depok, beberapa waktu lalu. FOTO : Dicky / Radar Depok.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mulai bergerak menggarap panti pijat plus-plus. Belum lama ini, enam dari 36 tempat esek-esek ditutup korps penegak perda, di Kecamatan Cilodong.

Kasatpol PP Kota Depok, Dudi Miraz Imaduddin mengaku, telah mendata tempat prostitusi berkedok panti pijat tradisional, dan refleksi diwilayah Kota Depok.

Dari 36 panti pijat tradisional dan refleksi yang diduga dijadikan tempat prostitusi, enam diantaranya sudah dilakukan penutupan.

“Sudah enam tempat panti pijat tradisional dan refleksi yang diduga dijadikan tempat prostitusi kami tutup,” ujar Dudi kepada Radar Depok, Senin (28/11/2016).

Dudi menjelaskan, Satpol PP akan bersikap tegas menutup panti pijat tradisional, maupun refleksi yang tidak memiliki izin.

Apalagi, tempat tersebut dijadikan tempat prostitusi yang secara jelas menyalahi aturan. Dalam mendata dan menutup, dia menggunakan cara persuasif dan memberikan pembinaan.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

Rektor IPB Arif Satria dirawat di RS EMC Sentul Bogor

Rektor IPB Positif Covid-19 Lagi

Rektor institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, terkonfirmasi positif Covid-19 kedua kalinya, usai sempat positif pada September 2020.