Ingat! 36 Panti Pijat Plus di Kota Depok Harus Ditutup

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, DEPOK – Keberadaan praktek prostitusi berkedok panti pijat di Kota Depok menjadi perhatian publik.

Bahkan, sekitar 36 panti pijat di Kota Depok belum memiliki izin sehingga perlu dilakukan tindakan tegas dari Pemkot Depok, ditambah lagi dengan adanya panti pijat plus dinilai menciderai salah satu visi Kota Depok, yaitu Kota Religius.

Salah seorang warga Depok, Adriansyah mengatakan, sebagian panti pijat di Kota Depok telah menyalahi aturan bahkan ada yang menawarkan praktek esek-esek.

Mereka umumnya memasang plang dan jasa panti pijat tradisional maupun reflexiology, namun tidak sedikit dari tenaga pemijat menawarkan jasa plus yaitu pelayanan esek-esek.

“Sepertinya pengawasan terhadap panti pijat diwilayah Kota Depok kurang menjadi perhatian Pemerintah Kota Depok, padahal salah satu visi Kota Depok adalah menjadi Kota Religius,” ujar Adriansyah kepada Radar Depok, Selasa (08/11/2016).

Adriansyah mengungkapkan, dari praktik jasa panti pijat yang dia ketahui untuk jasa pelayanan pijat mereka memasang tarif Rp150 ribu hingga Rp160 ribu.

Namun, setelah selesai melakukan pijat mereka menawarkan jasa plus atau esek-esek berkisar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu, harga tersebut sudah termasuk pelayanan pijat mereka.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

Rektor IPB Arif Satria dirawat di RS EMC Sentul Bogor

Rektor IPB Positif Covid-19 Lagi

Rektor institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, terkonfirmasi positif Covid-19 kedua kalinya, usai sempat positif pada September 2020.