Tiap Tahun Tren Penyakit DBD di Kota Depok Naik!

Ilustrasi Pasien Penderita DBD

Ilustrasi Pasien Penderita DBD


POJOKJABAR.com, DEPOK – Memasuki musim penghujan, warga Depok harus waspada akan gigitan aedes aegepty alias si belang. Awal hingga September 2016, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sebanyak 1.640 warga Depok terkena demam berdarah dengue (DBD).

Jumlah tersebut dapat terus bertambah hingga penghujung tahun, bila warga Depok tidak waspada.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan lingkungan Dinkes Kota Depok, rani Martina mengatakan, warga Depok yang terkena penyakit DBD terus meningkat ditiap tahunnya.

Untuk itu, warga Depok harus terus meningkatkan pencegahan perkembangbiakan nyamuk demam berdarah, apalagi musim penghujan dinilai lebih panjang waktunya.

”Hingga data September, tercatat 1.640 warga Depok yang terserang gigitan nyamuk aedes aegepty,” ujar rani kepada Radar Depok.

Rani menjelaskan, angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada 2014, tercatat 970 warga terkena DBD, dan 2015 sekitar 1.784.

Sedangkan untuk angka kejadian yang palinggi tinggi ditiap tahunnya yaitu, pada Mei 2014 tercatat 111 kasus, Maret 2015 tercatat 247 kasus, dan Maret 2016 tercatat 338 kasus.

Padahal, Kota Depok sudah dinilai baik dalam angka bebas jentik dari tahun sebelumnya. Guna menekan angka jumlah kasus DBD di Kota Depok, sambung rani, berbagai cara telah dilakukan dalam meminimalisir penyebaran penyakit DBD ditengah masyarakat.

Loading...

loading...

Feeds