Terminal Sementara Kota Depok Menuai Polemik Baru

MENINJAU LOKASI: Pihak Kementrian Perhubungan, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok meninjau lokasi lahan yang akan dijadikan terminal sementara, Kamis (15/09/2016). FOTO : Irwan / Radar Depok.

MENINJAU LOKASI: Pihak Kementrian Perhubungan, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok meninjau lokasi lahan yang akan dijadikan terminal sementara, Kamis (15/09/2016). FOTO : Irwan / Radar Depok.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Terminal sementara Kota Depok yang dialihkan ke sisi Timur Stasiun Depok Baru dengan luas 7.900 meter persegi yang akan digunakan untuk terminal sementara selama dua tahun menuai polemik baru.

Humas PT. Andyka Investa, Muttaqin menegaskan bahwa lahan milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut diklaim kepemilikannya oleh PT. KAI.Sebelumnya, Muttaqin menyebutkan lahan untuk terminal sementara itu luasnya mencapai satu hektar.

Selain itu, pembangunan proyek terminal yang sedianya dilakukan pada 2016 harus terhambat, karena terdapat lahan seluas 800 meter yang menjadi sengketa.

“Lahan yang bermasalah posisinya di tengah-tengah terminal dari total 2,6 hektar. Saat ini, akan dipinjam 7.900 meter persegi bukan punya PT KAI. Tapi punya Kemenhub, sampai sekarang masih mengklaim,” ungkap Muttaqin kepada Radar Depok.

Muttaqin melanjutkan, pembangunan terminal tersebut menggunakan dana swasta yaitu PT Andyka Investa sebesar Rp1,3 triliun. Tidak hanya itu, Muttaqin menyebutkan, setiap tahunnya pihaknya membayar retribusi ke pemkot sekitar Rp1 miliar.

“PT. Andyka Investa yang menggarap terminal selama 30 tahun, setelah itu dikembalikan ke Pemkot Depok,” kata Muttaqin.

Loading...

loading...

Feeds