Bunga Koperasi Pandawa Tak Wajar

Grafis Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Grup, yang memberikan bunga investasi 10-15 persen di masa perlambatan ekonomi dinilai pengamat ekonomi tidak wajar.

Belum lagi berdasarkan legalitas di Kota Depok koperasi yang berda di Jalan Raya Meruyung Kelurahan Meruyung, Limo ini belum terdaftar sebagai anggota Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Depok dan Dinas Koperasi dan UMKM Depok.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Banu Muhammad Haidir mengatakan, berdasarkan temuan kementerian koperasi dan UKM, asumsinya jika temuan mereka benar, Koperasi Pandawa Mandiri Grup harus menjelaskan bagaimana mekanisme investasi. Dan menjelaskan dimana investasi dilakukan dalam bentuk usaha seperti apa.

”Karena iming-iming bunga investasi 10-15 persen per bulan atau 120-180 persen di masa pelambatan ekonomi bukanlah sesuatu yang wajar dan perlu penjelasan,” kata Banu kepada Harian Radar Depok, Selasa (09/02/2016).


Jika tidak bisa diberikan penjelasan yang benar, wajar, legal dan masuk akal. Maka sangat wajar kalau ada yang menduga ini investasi Money Game, yang berisiko merugikan investor baik anggota ataupun non-anggota.