Dalam Sepekan, Dishub Kota Depok Tilang 50 Pengendara Dijalur Sepeda

HARUS DITERTIBKAN: Angkot yang parkir di jalur sepeda di Jalan Margonda, membuat pengguna sepeda tidak bisa memakai jalur. FOTO : Ricky / Radar Depok.

HARUS DITERTIBKAN: Angkot yang parkir di jalur sepeda di Jalan Margonda, membuat pengguna sepeda tidak bisa memakai jalur. FOTO : Ricky / Radar Depok.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Seminggu sejak lajur sepeda di Jalan Margfonda diresmikan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok mencatat sekitar 50 kendaraan yang ditindakan, lantaran memarkir di jalur khusus sepeda itu.

“Sudah puluhan, mungkin sekitar 50 lebih kendaraan yang kami tindak. Itu belum semuanya terjangkau,” kata Kepala Dishub Kota Depok, Gandara Budiana kepada Radar Depok, Minggu (17/01/2016).

Ia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan patroli sepanjang lajur sepeda dan jalan belum tertib. “Masih penertiban, kami kan tidak bisa terus menerus melakukan penertiban, karena personil Dishub juga terbatas,” kata Gandara.

Gandara menuturkan, sesungguhnya misi dari Pemkot, Dishub, kepolisian dan masyarakat sama, semuanya mau tertib, hanya ada saja masyarakat yang tidak disiplin.

“Kalau sudah disiplin, tentu petugas tinggal memonior saja, tidak perlu turun kejalan dan gembok,” tuturnya.

Saling mendukung juga dari pengusaha, tokoh masyarakat agar bersama menegakan aturan, khususnya di jalan Margonda. Selain itu, dia berharap agar pengusaha yang berada di Jalan Margonda menggunakan lahan parkir yang tersedia.

“Kalau tidak ada, ini yang menjadi PR cukup besar untuk kami,” imbuhnya.

Adanya aturan Garis Sepadan Bangunan (GSB) 10 meter sebenarnya ketertiban itu dapat terwujud dan tidak mengganggu badan jalan untuk parkir.

“Kami pun sudah siapkan gedung parkir di Balaikota. Tapi kami belum mampu menyiapkan di lokasi lain. Sehingga pihak swasta harus menyiapkan lahan parkir yang memadai,” ucap Gandara.

Sementara, Kepala Bidang Pengendalian dan Pengoperasian (Kabid Dalops) Dishub Jondra Putra menambahkan, Dishub terus menerus melakukan penertiban, terlebih disaat jam rawan, seperti jam buka toko dan jam operasi pedagang di Jalan Raya Margonda, yakni sekitar pukul 13:00 hingga sore hari.

Lebih lanjut Jondra menjelaskan, saat ini Dishub memiliki satu regu patroli yang terdiri dari sembilan personil dan satu mobil patroli. Sehingga satu regu tersebut dibagi menjadi dua sift.

“Kami bagi pagi dan sore, empat orang pagi dan empat sore dengan masing-masing sift membawa alat-alat kelengkapan penertiban seperti gembok roda,” tuturnya.

Kata dia, saat ini Dishub memiliki 25 gembok roda, dan jumlah tersebut belum mencukupi untuk mewujudkan ketertiban di Jalan Raya Margonda, terutama di Lajur Sepeda.

“Sebenarnya, penertiban ini lebih kepada petugas kepolisian, kami membantu secara penuh tugas polisi,” tutur Jondra.

Untuk 2016, lanjut dia, kendaraan patroli akan ditambah satu, begitu juga dengan personilnya. Sehingga akan beroperasi di dua jalur Jalan Raya Margonda.

Sebab, kata dia lagi, untuk satu jalur dari Tugu Jam Lampu Merah Margonda sampai perbatasan Jakarta membutuhkan waktu hingga satu sampai dua jam.

“Jalan kan tidak memutar saja, tetapi berhenti untuk menggembok, memberikan pemahaman dan lainnya, itu tidak sebentar,” kata Jondra.

(cky/radardepok)

Loading...

loading...

Feeds