Dinkes Kota Depok: Apotik Diimbau Cek Stok Obat Kadaluarsa

Ilustrasi Obat

Ilustrasi Obat


POJOKJABAR.com, DEPOK – Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau kepada sejumlah pemilik apotik agar mengecek stok obat yang ada, minimal sebulan sekali. Apabila menemukan obat yang dikategorikan mendekati expired alias kadaluarsa harus segera dipisahkan.

Terkait hal ini, Kasi Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Dinkes Kota Depok Sih Mahayanti menuturkan, selain dipisahkan obat tetap harus didata. Bila sedikit bisa dimusnahkan sendiri, namun dalam jumlah banyak bisa bekerjasama dengan pihak ketiga guna memusnahkan limbah medis.

Selain itu, stok opname obat merupakan usaha terbaik dengan selalu mempunyai mekanisme mengontrol obat yang keluar masuk.

“Pemilik apotik yang jarang mengecek obat yang disimpannya mungkin akan kaget saat obat di gudang ternyata sudah rusak dan tidak dapat dijual kembali,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Sih, dengan mengetahui berapa obat yang masuk dan keluar, tren kebutuhan konsumen bisa dilacak. Sedangkan untuk obat yang sudah terlalu lama menumpuk, ada kemungkinan obat ini mungkin tidak banyak dibutuhkan oleh para pembeli di sekitar.

“Prinsip penjualan obat itu harusnya First In First Out (FIFO) jadi diharapkan tidak ada penumpukan obat di apotek, kecuali memang obat-obat tertentu yang tidak banyak yang membeli,” tuturnya.

Ia menambahkan, sedikitnya 270-an apotik ada di Depok. Karena itu, pihaknya menghimbau kepada pemilik apotik untuk rutin sebulan sekali mengecek stok obat-obatan yang ada di apotik.

“Obat yang sudah dibuka dari kemasan, sebaiknya tidak boleh diminum lagi, kecuali yang bentuknya tablet. Lalu untuk kulkas hanya untuk menyimpan obat khusus. Dan apabila sudah ada perubahan warna bintik-bintik, walaupun belum expired itu sudah termasuk obat rusak,” tandasnya.

(ret/radardepok)

Loading...

loading...

Feeds