Waspada! Depok KLB Demam Berdarah

Ilustrasi Penyakit DBD dan Zika.

Ilustrasi Penyakit DBD dan Zika.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman besar bagi masyarakat Indonesia. Apalagi pada musim hujan. Ancaman itu semakin diperburuk dengan status endemis DBD di 424 kabupaten/kota di Indonesia.

Artinya, penyakit DBD secara tetap berada dalam lingkungan masyarakat di kabupaten/kota itu. Dengan demikian, penyakit itu lebih mudah muncul lagi.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Subuh mengatakan, daerah-daerah tersebut menjadi lokasi endemi DBD lantaran sistem drainase yang buruk. Banyak selokan yang mampet sehingga Ungumenjadi sarang nyamuk.

Perubahan dan manipulasi lingkungan karena urbanisasi serta pembangunan permukiman juga turut punya andil. Sebab, sering kali bekas galian tak ditutup lagi dan akhirnya menjadi tempat kembang biak vektor pembawa virus dengue.

Contoh daerah endemi DBD adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

“Hingga saat ini, dari 424 kabupaten/kota itu, belum ada yang dinyatakan bebas. Tapi, yang lain juga berpotensi,” ungkap Subuh Rabu (13/01/2016).

Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus waspada pada musim hujan seperti sekarang. Sebab, populasi nyamuk Aedes aegypti akan semakin meningkat.

Kondisi tersebut, papar dia, juga harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah (pemda). Pemda harus segera melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak dan kontinu.

Program PSN itu dipercaya bisa menurunkan, bahkan mencegah, kasus penyakit DBD di masyarakat. Dia mencontohkan saat terjadi kejadian luar biasa (KLB) DBD di Jawa Timur tahun lalu.

Menurut dia, dari 38 kabupaten/kota di bawah kepemimpinan Gubernur Jatim Soekarwo, hanya satu kabupaten yang tidak menyandang status KLB.

“Hanya Kabupaten Mojokerto yang tidak dinyatakan KLB DBD. Ini karena pemda rajin melakukan program PSN setiap minggu,” jelas Subuh.

Kasus DBD terjadi sejak 40 tahun lalu. Meski demikian, jumlah kasus DBD naik turun dari tahun ke tahun. Berdasar data Kemenkes, pada Desember 2015, tercatat 1.104 kasus DBD di Indonesia. Jumlah itu menurun 6.752 kasus dari bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

(mia/c11/agm/radardepok)

Loading...

loading...

Feeds