Miris, Baru Diresmikan Jalur Sepeda di Depok Dipenuhi Parkir Liar

MELANGGAR: Pedagang kaki lima menutupi jalur sepeda di depan Terminal Depok, Sabtu (9/1/2016) malam. FOTO : Ricky / Radar Depok.

MELANGGAR: Pedagang kaki lima menutupi jalur sepeda di depan Terminal Depok, Sabtu (9/1/2016) malam. FOTO : Ricky / Radar Depok.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Jumat (8/1/2016), Pemkot Depok melaunching jalur sepeda sepanjang 10 kilometer yang berada di Jalan Raya Margonda. Namun, jalur yag dikhususkan untuk pengendara sepeda belum sepenuhnya steril dari bermacam gangguan.

Jika digambarkan, jalur ini seperti game android Minion Rush, karena banyak halang rintang menghiasi lajur yang ditandai dengan garis kuning putus-putus itu.

Sehari setelah launching, Radar Depok coba menjajal jalur sepeda bersama beberapa komunitas sepeda. Start dimulai dari Tugu Jam Lampu Merah Margonda-Siliwangi pukul 21:15 WIB.

Baru jalan sesaat, halangan sudah ada halangan pertama di Halte Apotek, akibat mobil parkir menutupi lajur sepeda. Tidak jauh dari sana sudah ada yang kedua ada beberapa bus dan klub sepeda motor. Bus dengan nama Gajah mungkur dan Sindoro Satriamas parkir tanpa peduli ada lajur sepeda.

“Maklum saja, di depan ada PO Bus,” tutur seorang pesepeda, Fitrah Syawaludin Sinaga.

Hambatan ketiga setelah melewati Bank BNI, sedikitnya ada 12 mobil angkot MO4 jurusan Depok 2-Pasar Minggu kompak parkir bersama.
Setelah itu, tepat di depan Balaikota Depok, lancar dan tidak ada kendaraan yang parkir. Tapi ada sesekali pegendara motor yang nekat melawan arus.

“Mereka dari ITC, mungkin enggan putar balik di setelah lampu merah Ramada. Tetap saja ini membahayakan pengendara. Tidak hanya sepeda juga,” ungkapnya.

Kayuhan kaki kami pun kembali dilanjutkan, baru melintasi ITC, sudah banyak motor yang terparkir di lajur sepeda menunggu jemputannya tiba.

Hanya tiga unit Taksiku yang menungggu tepat di depan pintu masuk ITC, tetapi hanya berjarak 20 meter sudah antre angkot yang parkir untuk masuk ke terminal, lagi-lagi menutupi lajur sepeda.

Di depannya lebih parah, hamparan pedagang kaki lima malah dengan mantap menjajakan barang dagangannya.

“Pertanyaannya kemana Satpol PP yang biasa mengamankan ketertiban di sini?,” geram Fitrah.

Kembali roda menggelinding, tapi lagi-lagi kami terpaksa mengalah memberikan jalur hak kami kepada pemilik kendaraan yang parkir dan mengisi perut di Bakmi Roxi.

“Di D’Mall ada beberapa motor yang partiki, tapi lumayan steril hingga seberang pom bensin, di sana ada toko buah dan restoran. Mungkin parkiranya tidak cukup,” unggap Angga Novita Ardi yang ikut kedalam rombongan.

Setelah itu lajur sepeda lancar mulai lancar, meski sesekali ada pengendara sepeda motor yang menyalip dan memakai jalan sepeda. “Ada sparator jalan, membuat jalan sempit. Ini masih belum cukup aman dilalui pesepeda anak-anak,” ucap Angga, pesepeda lainnya.

Sebelumnya saat laucnhing lalu, Kapolresta Depok, Kombes Dwiyono mengatakan, Polres Depok akan menempatkan seluruh personel Satuan Lalu lantas guna membantu anggota Dishub Kota Depok dalam menjaga ketertiban di jalan margonda.

“Sejak diresmikan jalur sepeda. Anggota lantas akan mulai beraksi di lapangan dan bagi siapa yang melanggar kendaraan memarkirkan sembarangan di jalur sepeda atau angkot akan langsung ditindak,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Gandara Budiana menjelaskan, jalur tersebut akan steril dari segala jenis kendaraan, kecuali sepeda.

Mantan Kasatpol PP itu menegaskan, ketika sudah berjalan, Dishub akan bekerja semaksimal mungkin untuk menjaga agar jalur sepeda tidak dipergunakan menjadi lahan parkir.

“Kami akan tindak para pelanggar, tentunya dengan menggandeng jajaran kepolisian,” tutur Gandara sebelum launching.

Setelah dilaunching, lanjut Gandara, pihaknya bersama dinas terkait akan menyosialisasikan kepada masyarakat, sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik, khususnya pengendara sepeda.

“Nantinya dilihat bagaimana respon masyarakat, seberapa efektif jalur sepeda itu,” terangnya.

Dia berharap, adanya jalur sepeda itu bukan mempersempit Jalan Raya Margonda, tetapi para pengendara dapat saling menghargai dan warga semakin sadar akan kesehatan serta mengurangi polusi udara.

“Dengan adanya jalur ini, pengendara sepeda akan lebih leluasa dan lebih aman ketika berkendara,” tandasnya.

(cky/radardepok)

Loading...

loading...

Feeds